Perjalanan Pangeran Arief menunjukkan bagaimana perubahan sederhana bisa membawa dampak besar. Dari seorang food vlogger yang terbiasa menjelajahi kuliner, kini ia menjelajahi lintasan lari sebagai pelari aktif dan kreator dengan kostum unik.
Perubahan aktivitas ini berawal dari keinginan untuk hidup lebih sehat sekaligus menjaga keseimbangan diri. Sejak mulai berlari pada Februari 2025, ia menemukan bahwa rutinitas olahraga tak hanya menguatkan fisik, tapi juga membentuk disiplin dan ketenangan batin yang baru. Yuk, simak profil Pangeran Arief selengkapnya!
Hobi yang Mengubah Gaya Hidup

Awalnya,dirinya berlari hanya untuk mencari aktivitas praktis menjaga tubuh di tengah rutinitasnya yang padat. Namun, semakin sering berlari, semakin ia merasakan manfaatnya. Mulai tidur lebih nyenyak, pikiran lebih jernih, hingga semangat hidup yang meningkat. Selain itu, juga mengubah pola makannya. Tak heran jika liburannya pun tak jauh-jauh dari lari.
Arief melihat lari memiliki filosofi tersendiri sebagai cerminan hidup. Menurutnya, seperti lari hidup terkadang terasa berat namun konsistensi dan semangat untuk terus melangkah menjadi kunci. “Lari bukan cuma tentang gerak fisik, tapi tentang menjaga keseimbangan,” ungkapnya.
Bahkan, keberadaan komunitas lari menjadi sangat penting untuk memelihara semangat. Arief merasakan jika komunitas lari tidak hanya mengajari tentang bagaimana teknik, informasi race, dan jadwal latihan. Lebih dari itu, komunitas juga memberikan pelajaran tentang pentingnya dukungan sosial. Salah satunya bagaimana setiap langkah terasa lebih ringan ketika dijalani bersama orang yang punya semangat sama.
Baca juga: Ini Dia 7 Manfaat Lari Pagi yang Mungkin Belum Kamu Tahu!
Pengalaman Pertama Ikut Race hingga Pakai Kostum Unik

Perjalanan lari Arief dimulai dengan pengalaman yang penuh adrenalin. DIGILAND 2025 menjadi ajang debutnya di dunia race, di antara 12.500 pelari yang memenuhi lintasan. Suasana pagi yang riuh oleh musik, warna, dan semangat peserta menjadi momentum yang tak terlupakan baginya.
Setiap kilometer menawarkan pengalaman baru, dari zona sorak hingga pelari lain yang saling menyemangati meski tak saling kenal. Tak berhenti di situ, dirinya juga mengalami momen unik yakni ketika tiba-tiba seekor anjing peliharaan lepas dari pemiliknya dan mulai ikut lari bareng Arief.
Momen unik dan berkesan lainnya adalah saat lari dengan kostum adat Dayak di acara fun run bertema budaya nusantara. Kostum lengkap dengan hiasan kepala dan motif etnik itu membawanya meraih penghargaan “Best Costume” dan hadiah utama sebuah TV. Lebih dari sekadar kemenangan, momen itu menjadi simbol kebanggaan memperkenalkan budaya Indonesia lewat olahraga yang dicintainya.
Baca juga: 10+ Rekomendasi Perlengkapan Lari yang Wajib Dimiliki Pemula
Jadi Bagian dari JETE Squad

Perjalanan lari Arief semakin berwarna saat dirinya menjadi bagian dari JETE Squad. Di circle ini, semua saling mendukung dan tak hanya membantunya berkembang sebagai pelari, tetapi juga memperkuat kedisiplinan diri dan semangat untuk terus konsisten.Terutama komitmen untuk terus berlari.
Apalagi dengan support aksesoris gadget dan lari dari JETE Indonesia memberikan kenyamanan penuh saat berlari. Dari sini, dirinya pun semakin yakin jika lari bukan soal pencapaian pribadi saja, melainkan proses menemukan versi terbaik dari diri sendiri dengan penuh kenyamanan.
Di akhir perbincangan, ia memberi pesan sederhana namun kuat bagi siapa pun yang ingin memulai lari, jangan menunggu niat datang. Menurutnya, niat justru muncul setelah seseorang bergerak. Tak perlu menunggu perlengkapan mahal atau teman yang menemani, cukup mulai dengan satu langkah kecil terlebih dahulu. Karena dari langkah kecil itu, terbuka jalan panjang menuju perubahan besar.
