sc: JETE
Sc: GPT Images

Cara Mencegah Chafing Saat Lari: 10 Tips agar Tetap Nyaman Sampai Finish

by Yasmina Alda  - October 22, 2026

Sc: GPT Images

Lari dalam jarak jauh bukan cuma menguji stamina dan pace, tetapi juga ketahanan kulit menghadapi gesekan berulang. Cara mencegah chafing saat lari penting diketahui karena lecet bisa muncul ketika kulit terus bergesekan dengan kulit atau pakaian, terutama saat tubuh berkeringat.

Masalah ini paling sering terasa di paha bagian dalam, selangkangan, ketiak, hingga area yang tertutup pakaian dan perlengkapan olahraga. Ketika kulit dalam kondisi lembap, gesekan menjadi lebih mudah menimbulkan rasa perih, panas, kemerahan, bahkan lecet yang bisa mengganggu langkahmu. Berikut pengertian dan cara mencegahnya.

Apa Itu Chafing?

Apa Itu Chafing
Sc: GPT Images

Apa itu chafing? Chafing adalah iritasi kulit akibat gesekan berulang, baik antara kulit dengan kulit maupun kulit dengan kain pakaian. Pada runners, gerakan tubuh yang dilakukan berulang selama puluhan menit hingga berjam-jam membuat gesekan terjadi terus-menerus. Kondisi ini semakin mudah muncul ketika gesekan bertemu dengan keringat dan kelembapan.

Permukaan kulit yang basah menjadi lebih rentan mengalami iritasi, sementara kandungan garam dalam keringat juga dapat memperparah gesekan. Cuaca panas dan aktivitas dengan durasi panjang akhirnya menjadi kombinasi yang cukup ideal untuk memicu chafing. Jika gesekan terus berlanjut, area tersebut bisa terasa panas atau seperti terbakar, perih ketika disentuh, mengelupas, hingga mengalami lecet.

Cara Mencegah Chafing Saat Lari

Cara Mencegah Chafing Saat Lari
Sc: GPT Images

Buat runners, memahami cara mencegah chafing saat lari berarti bukan hanya mencari cara mengatasi kulit setelah lecet. Pencegahan justru perlu dilakukan sebelum berangkat agar masalah tidak muncul ketika kilometer mulai bertambah. Berikut beberapa langkah yang bisa kamu terapkan untuk membuat sesi lari terasa lebih nyaman.

1. Gunakan Pelembap atau Pelindung Anti-Gesek

Salah satu langkah paling praktis adalah memberikan lapisan pelindung pada area yang memang sering mengalami gesekan. Kamu dapat menggunakan pelembap, lotion, petroleum jelly, atau produk khusus anti-chafing sebelum mulai berlari. Lapisan tersebut membantu membuat permukaan kulit lebih licin sehingga gesekan tidak terjadi secara langsung.

Fokuskan penggunaan pada area yang sudah kamu kenali sebagai titik rawan, misalnya paha bagian dalam, selangkangan, atau ketiak. Pada long run atau race, langkah ini sebaiknya tidak dilewatkan meskipun kulitmu biasanya tidak bermasalah pada lari jarak pendek. Durasi aktivitas yang lebih panjang berarti kulit menghadapi gesekan lebih lama.

2. Pilih Pakaian yang Fit di Tubuh

Pakaian lari yang terlalu longgar dapat bergerak dan bergesekan dengan kulit secara berulang. Namun, bukan berarti kamu harus menggunakan pakaian yang sangat ketat. Pilihan yang ideal adalah pakaian yang cukup fit untuk mengikuti gerakan tubuh tanpa membatasi pergerakan.

Celana pendek elastis atau celana kompresi juga dapat membantu melindungi paha bagian dalam dari gesekan langsung. Bagi runners yang sering mengalami chafing di area tersebut, lapisan pakaian tambahan bisa menjadi solusi yang lebih praktis daripada hanya mengandalkan produk pelindung kulit.

Baca Juga: 7 Kesalahan Pelari Pemula yang Sering Diabaikan, Padahal Bisa Berujung Cedera

Tips Mencegah Chafing Saat Lari
Sc: GPT Images

3. Utamakan Bahan yang Ringan dan Moisture-Wicking

Material pakaian punya peran penting dalam menjaga kulit tetap nyaman. Pilih pakaian olahraga yang ringan, memiliki sirkulasi udara baik, dan dirancang untuk membantu mengelola keringat. Sebaliknya, pakaian berbahan katun cenderung menahan kelembapan sehingga dapat membuat area kulit tetap basah lebih lama.

4. Jaga Tubuh Tetap Terhidrasi

Hidrasi juga termasuk bagian dari cara mencegah chafing saat lari yang tidak boleh diabaikan. Sumber Duraking menyebut bahwa dehidrasi dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami chafing dan menyarankan menjaga asupan air selama beraktivitas. Ketika berlari, terutama dalam kondisi panas, tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat. Menjaga hidrasi sangatlah penting.

5. Usahakan Kulit Tidak Terlalu Basah

Keringat memang sulit dihindari ketika berlari, tetapi kelembapan berlebih bisa dikelola. Jika kamu melakukan lari dalam durasi panjang, membawa handuk kecil atau kain yang dapat digunakan untuk mengelap keringat bisa membantu. Perhatikan terutama area lipatan tubuh dan titik yang sering bergesekan. Mengurangi kelembapan di area tersebut dapat membantu memutus salah satu faktor yang memperparah chafing.

6. Perhatikan Cuaca Sebelum Berlari

Cuaca panas dapat meningkatkan produksi keringat dan membuat kulit lebih lembap. Risiko chafing dapat meningkat ketika kamu berlari pada kondisi yang panas atau lembap. Jika kondisi cuaca kurang bersahabat, sesuaikan perlengkapan yang digunakan. Pilih pakaian yang lebih ringan dan memiliki kemampuan mengelola keringat.

Baca Juga: 7 Jenis Cedera Saat Lari yang Sering Terjadi Saat Race, Jangan Anggap Sepele!

Chafing Saat Lari
Sc: GPT Images

7. Kenali Area Tubuh yang Paling Rentan

Setiap runner bisa memiliki titik rawan yang berbeda. Paha bagian dalam dan selangkangan merupakan area yang sering mengalami gesekan, tetapi ketiak, area bawah payudara, lipatan perut, hingga bagian tubuh yang bergesekan dengan strap juga dapat terdampak. Coba perhatikan bagian tubuh mana yang mulai terasa panas atau perih setelah sesi lari.

8. Perhatikan Strap dan Jahitan Pakaian

Gesekan tidak selalu berasal dari kulit dan kulit. Strap dari perlengkapan olahraga atau jahitan pakaian juga bisa menjadi sumber gesekan berulang. Saat memilih perlengkapan lari, jangan hanya mempertimbangkan desain dan tampilannya. Periksa juga posisi jahitan, bagian yang bersentuhan dengan kulit, serta apakah strap bergerak ketika kamu berlari. Semakin lama durasi lari, detail kecil seperti ini bisa menjadi semakin terasa.

9. Jangan Abaikan Pakaian Kompresi

Bagi runners yang sering mengalami lecet di paha, celana kompresi atau celana pendek elastis dapat menjadi lapisan perlindungan tambahan. Pakaian ini membantu menutupi area yang saling bergesekan sehingga kontak langsung antarkulit dapat dikurangi. Pemilihannya tetap perlu disesuaikan dengan kenyamanan.

10. Uji Perlengkapan Sebelum Race

Jangan menjadikan hari perlombaan sebagai waktu eksperimen. Jika ingin mencoba pakaian, balm, lotion, atau perlengkapan baru, gunakan terlebih dahulu saat latihan. Langkah berikut akan memudahkanmu mengetahui apakah material pakaian terasa nyaman, apakah produk pelindung cukup bertahan, dan apakah ada area tertentu yang masih mengalami gesekan.

Bagaimana Jika Chafing Sudah Terjadi?

Meskipun sudah menerapkan berbagai cara mencegah chafing saat lari, lecet tetap mungkin terjadi. Jika kulit sudah terasa perih atau terbakar, jangan terus memaksakan aktivitas yang membuat area tersebut bergesekan. Bersihkan area secara perlahan menggunakan air dan sabun yang lembut, kemudian keringkan dengan cara ditepuk menggunakan handuk bersih.

Hindari menggosok kulit karena dapat membuat iritasi semakin parah. Setelah itu, kamu dapat menggunakan pelembap pelindung atau petroleum jelly untuk membantu memberikan lapisan perlindungan pada kulit. Berikan waktu bagi kulit untuk pulih sebelum kembali melakukan sesi latihan berat. Jika tidak membaik, segera berkonsultasi dengan dokter.

Lecet di Kaki Belum Tentu Karena Chafing

Ada satu hal yang sering luput dari perhatian runners. Jika rasa sakit atau lecet justru muncul di jari kaki, tumit, atau sisi kaki, penyebabnya belum tentu chafing seperti pada paha atau ketiak. Gesekan pada kaki dapat berkaitan dengan ukuran dan bentuk sepatu, kaki yang bergerak di dalam sepatu, atau pemilihan kaus kaki.

Baca Juga: 7 Gerakan Pemanasan Sebelum Lari Agar Terhindar dari Cedera!

Penutup

Mengetahui cara mencegah chafing saat lari dapat membuat persiapan running menjadi lebih lengkap. Gunakan pelindung pada area rawan, pilih pakaian yang fit dan mampu mengelola keringat, jaga hidrasi, serta perhatikan kondisi cuaca sebelum menentukan perlengkapan yang akan digunakan.

Chafing memang umum terjadi, tetapi bukan berarti harus menjadi bagian dari setiap sesi lari. Kenali titik rawan tubuhmu dan lakukan pencegahan sejak sebelum berangkat, terutama ketika akan menghadapi long run, race, atau aktivitas dalam cuaca panas. Kamu pun bisa menjaga kenyamanan sekaligus tetap fokus menikmati setiap kilometer.

Fisioterapi untuk Pelari: Kapan Diperlukan dan Apa Saja Manfaatnya?

Artikel Lainnya Seputar Lari

October 21, 2026