London Marathon 2026 sukses digelar pada Minggu, 26 April 2026. Nama Sabastian Sawe muncul sebagai pemenang utama kategori pelari pria. Pelari asal Kenya itu pun mencatatkan rekor terbaru dunia lari marathon tercepat saat ini dengan waktu kurang dari 2 jam. Bagaimana perjalanannya dalam dunia lari yang membawanya ke puncak prestasi? Simak selengkapnya di ulasan profil Sabastian Sawe berikut!
Debut Marathon di Valencia Marathon 2024

Dibandingkan dengan pelari senegaranya yang memulai lari profesional marathon di awal usia 20-an, Sawe menghabiskan banyak waktunya di half-marathon. Performanya mulai terlihat di ajang Memorial Van Damme, Brussels tahun 2022. Ia pun berhasil mencatat rekor nasional kenya di nomor One-Hour Run dengan jarak 21.250 meter dalam waktu 60 menit.
Torehan prestasi lainnya adalah saat Sawe menjuarai Copenhagen Half Marathon 2024 dengan waktu 58:05, ini juga jadi salah satu catatan rekor tercepat dalam sejarah half-marathon. Dengan Hasil ini semakin menguatkan ekspektasi bahwa ia siap naik kelas ke jarak yang lebih panjang.
Langkah itu pun ia mulai dengan menjalani debut marathon pertamanya di ajang Valencia Marathon 2024. Sebagai debutan, catatan waktunya pun tidaklah buruk, bahkan menjadi debut marathon tercepat kedua sepanjang sejarah, hanya terpaut 12 detik dari debut Kelvin Kiptum di lintasan yang sama pada 2022.
Prestasi debutan Sawe memberikannya dorongan semangat untuk menjadi yang terbaik. Ia membuktikannya dengan menjuarai ajang Berlin Marathon 2025, London Marathon 2025, dan yang terbaru adalah di London Marathon 2026.
Baca juga: Profil Sharon Lokedi: Catatkan Rekor di Kategori Women Boston Marathon 2026
Cuaca Mendukung, Persaingan Ketat

Kompetisi lari yang digelar di jantung Inggris ini berjalan lancar dengan cuaca yang sangat mendukung. Suhu sekitar 11° Celcius dengan gerimis ringan dan angin yang tidak terlalu kencang, menjadikannya kondisi yang dieal untuk lari marathon. Kategori pelari pria diisi oleh sederetan nama besar seperti Jacob Kiplimo yang bersaing dengan pelari lainnya di bawah 2 jam 3 menit.
Nama lainnya yang juga menarik perhatian adalah Yomif Kejelcha yang menjalani debut marathonnya di ajang ini. Di sisi lain, para pacemaker berlari di kelompok terdepan dan berhasil melewati half marathon dalam waktu 59 menit 38 detik. Setelah itu, race semakin seru dan menghadirkan hal-hal yang tak terduga.
Memasuki kilometer 30, race mulai terpecah dan Kiplimo perlahan tertinggal. Sedangkan Kejelcha masih bersemangat dan bertahan di grup depan. Menjelang 5 kilometer terakhir, hanya menyisakan dua pelari yang masih berada di barisan depan yakni Sawe dan Kejelcha.
Baca juga: Sejarah, Cara Daftar, dan Semua Tentang London Marathon!
Rekor Baru yang Mengubah Segalanya

Tepat di area sekitar Tower of London, Sawe semakin memacu pace-nya dan menjadi momen penentuan. Apa yang dilakukannya tak mampu diikuti oleh Kejelcha. Sawe pun semakin melaju kencang sendirian hingga garis finish di The Mall. Di garis akhir terpampang catatan waktu yang ia torehkan 1:59:30.
Bukan hanya sekadar catatan waktu pemenang di ajang tersebut saja, angka tersebut juga sebagai rekor terbaru dalam dunia lari marathon. Sebelumnya, rekor catatan waktu terbaik marathon dipegang oleh Kelvin Kiptum dengan waktu 2:00:35 di Chicago Marathon.
Menyusul di finish kedua ada Kejelcha yang juga mencatatkan waktu di bawah 2 jam yakni 1:59:41. Pada posisi ketiga ada Kiplimo dengan waktu terbaik 2:00:28. Fakta menariknya, di London Marathon 2026 ini ketiga pelari tersebut pun mencatatkan rekor baru lebih cepat dibanding rekor lama dalam satu gelaran race.
Baca juga: Profil Hugo Farias: Pria Brasil yang Lari Marathon 366 Hari dan Pecahkan Rekor Dunia
Sabastian Sawe vs Eliud Kipchoge

Capaian rekor Sawe di London Marathon 2026 sontak membuat banyak orang mulai membandingkannya dengan Eliud Kipchoge. Mengingat Kipchoge sebelumnya pernah mencetak catatan waktu terbaik 1:59:40,2 dalam ajang INEOS 1:59 Challenge di Wina pada tahun 2019 lalu. Hal itu membuat Kipchoge secara fakta memang dia menyelesaikan waktu kurang dari 2 jam.
Hanya saja, catatan waktu Kipchoge tersebut tidak diakui sebagai rekor dunia resmi dan ada alasan kuat di balik itu semua. Dalam pemecahan rekor itu, bukan termasuk lomba secara terbuka. Dengan kata lain momen tersebut adalah percobaan khusus tanpa kompetitor secara langsung. Di mana Kipchoge didukung oleh 41 pacer elite yang bergantian membentuk formasi untuk melindunginya dari hambatan angin. Bahkan, race sudah diseting sedemikian rupa dan berbeda dari ketentuan kompetisi resmi.
Sementara itu, Sawe mencatatkan diri memang 10 detik lebih cepat dibanding Kipchoge dan rekor dipecahkan dalam kompetisi resmi marathon dunia. Ia lari dengan start bersama banyak pelari elit lainnya dan tidak ada perlindungan pacer layaknya Kipcgoge saat menyelesaikan misi rekornya. Aturan ajang lari tersebut juga sesuai dengan regulasi World Athletic.
Meski sama-sama mencetak rekor dalam konteks berbeda, keduanya memang layak mendapatkan apresiasi. Baik Kipchoge maupun Sawe membuktikan bahwa manusia bisa menembus batas waktu dua jam dalam lari jarak jauh. Semua itu bisa dilakukan dengan persiapan yang matang dan latihan secara konsisten.
