Nama Jacob Kiplimo tercatat dalam rekor dunia half marathon di usia yang relatif masih muda yakni 25 tahun. Tak hanya itu, ia juga berhasil mendobrak dominasi pelari dari Ethiopia dan Kenya di ajang lari jarak jauh. Pelari berkewarganegaran Uganda ini awalnya memiliki motivasi sederhana, namun konsistensi dan kerja kerasnya membawa dirinya sebagai pemegang rekor dunia. Simak profil Jacob Kiplimo selengkapnya!
Motivasi Awal yang Sangat Sederhana

Jika banyak pelari memiliki motivasi dan ambisi besar di ajang lari bergengsi, Kiplimo justru sebaliknya. Motivasinya dalam berlari tidak berangkat dari rasa ambisiusnya yang tinggi, namun dari hal yang paling sederhana. Ia hanya ingin memenangkan kompetisi sekaligus membahagiakan orang tua dan memiliki cukup uang untuk membeli beberapa ekor sapi. Mengingat, ayahnya sendiri adalah seorang peternak sapi.
Namanya semakin dikenal oleh publik selama perhelatan 2016 IAAF World U20 Championship. Di usianya yang masih 15 tahun, ia meraih medali perunggu untuk kategori lari 10K. Beberapa bulan kemudian, ia menjadi atlet lari termuda yang mewaikil negara di Olimpiade Rio de Janeiro pada kategori lari 5K.
Prestasinya terus merangkak naik, pada tahun 2017 ia mengikut ajang World Cross Country Championships untuk kategori U20 di Kampala, Uganda. Olimpiade Tokyo 2020 menjadi ajang pembuktiannya yang berikutnya di nomor 10K dengan meraih medali perunggu.
Pada 2023, Jacob Kiplimo berhasil meraih gelar Senior World Cross Country pertamanya. Kemenangan tersebut menjadi bukti konsistensinya di lintasan yang dikenal menuntut endurance tingkat tinggi di berbagai kondisi medan. Tak berhenti di satu gelar saja, ia pun mampu mempertahankan dominasinya dengan kembali menjadi juara pada 2024 dan 2026, sekaligus mencatatkan three-peat di level dunia.
Baca juga: Pelari Maraton Tercepat di Dunia dan Evolusi Kecepatan Manusia
Catatkan Rekor Dunia di Half Marathon

Setelah malang melintang di half marathon dan lari jarak menengah, Kiplimo memulai debutnya di full marathon di ajang London Marathon 2025. Ia berhasil menyabet posisi kedua dan mencetak rekor nasional Uganda. Tahun itu pula, dirinya mencatatkan waktu terbaik 2 jam 2 menit 23 detik di Chicago Marathon 2025.
Rekor terbarunya adalah saat memasuki garis finish di ajang EDP Lisbon Half Marathon 2026 di Portugal pada 8 Maret 2026. Seraya memukul udara dan memeluk rekan-rekan atlet lainnya, Kiplimo berhasil mencatatkan waktu terbaik untuk kategori lari 21 kilometer dengan 57 menit 20 detik. Rekor ini 10 detik lebih cepat dibanding Yomif Kejelcha yang merupakan pemegang rekor sebelumnya.
Selepas mencatatkan rekor half marathon, sebulan kemudian ia kembali tampil di London Marathon 2026. Menariknya lagi, Kiplimo mencatatkan waktu lebih cepat dari rekor dunia mendiang Kelvin Kiptum. Ia mencapai finish dalam waktu 2 jam 00 menit 28 detik. Di mana di ajang ini juga melejitkan nama Sabastian Sawe dan Yomif Kejelcha yang berhasil menembus batas dua jam di ajang marathon dunia.
Baca juga: Profil Sabastian Sawe: Sang Pemecah Rekor Lari Marathon Tercepat Saat Ini
Rahasia di Balik Prestasi yang Mengagumkan

Prestasi yang diraih oleh Kiplimo tidak datang dalam waktu yang singkat. Itu semua tidak lain buah dari konsistensi dan disiplin tinggi dalam setiap persiapan maupun latihan yang ia jalankan. Mulai dari latihan lari secara rutin hingga menjaga mental kompetisi tetap ada dalam dirinya. Melansir dari laman Red Bull latihan itu di antaranya:
-
Lari Ribuan Kilometer
Saat menghadapi lari besar seperti marathon, Kiplimo melakukannya sekitar 12 minggu atau sekitar 3 bulan sebelum hari-H. Totalnya ia berhasil menempuh jarak sekitar 2.065 kilometer, termasuk easy run sejauh 15–25 kilometer, track session, hingga long run mencapai 40 kilometer. Seluruh program latihannya dipantau secara detail, termasuk recovery dan penyesuaian intensitas menjelang race.
-
Long Run di Lereng Gunung
Lari jarak jauh memang memerlukan stamina yang prima. Untuk itulah, Kiplimo memberikan push pada dirinya sendiri dengan long run di lereng Gunung Elgon, Kapchorwa, Uganda. Latihannya pun didukung dengan cuaca dan udara yang sejuk dengan altitude tinggi. Dala satu sesi latihian ini, ia dapat berlari sejauh 30-40 kilometer untuk menjaga endurance dan ritme pace serta membiasakan tubuh lari dalam durasi panjang.
-
Tanamkan Mentalitas Juara
Tak hanya latihan fisik saja, Kiplimo juga menekankan pada pentingnya menanamkan mental juara pada benaknya. Ia menyadari pencapaian di lintasan saja tidak cukup dengan fisik prima saja. Maka dari itu, mentalitas untuk terus berkembang inilah yang menjadi salah satu kekuatan terbesar di balik performanya.
Perjalanan Jacob Kiplimo menunjukkan bahwa kesuksesan di dunia lari jarak jauh tidak datang secara instan. Dari dominasi di cross country, pemecahan rekor half marathon, hingga tampil impresif di marathon, semuanya dibangun lewat latihan disiplin, konsistensi, dan mentalitas untuk terus berkembang. Dengan usia yang masih berada di puncak performa, Kiplimo kini bukan hanya menjadi harapan Uganda, tetapi juga salah satu nama paling diperhitungkan dalam era baru marathon dunia.
