sc: GPT Image AI Generator

Profil Tigst Assefa: Catat Sejarah Rekor Marathon Dunia Kategori Wanita

by Editor Jadwal Lari  - May 6, 2026

Tak banyak pelari yang memulai karier dari sprint 400 meter, lalu berakhir sebagai pemegang rekor dunia marathon. Namun di London Marathon 2026, pelari asal Ethiopia menunjukkan bahwa jalur yang tidak biasa justru bisa membawa hasil luar biasa. Perjalanannya bukan tentang perubahan instan, melainkan tentang kesabaran, dan konsistensi yang terus dijaga. Simak profil Tigst Assefa selengkapnya dalam artikel kali ini.

Dari 400 Meter ke Lintasan Marathon

sc: SportPesa

Sebelum dikenal sebagai pelari marathon elite, Tigst Assefa memulai kariernya di nomor sprint, khususnya 400 meter. Ia bahkan sempat tampil di level internasional dalam cabang lari tersebut. Namun, seiring waktu, ia mulai beralih ke nomor jarak yang lebih panjang. Ini adalah sebuah transisi yang tidak mudah dan jarang berhasil dilakukan dengan cepat.

Debut marathonnya diawali di Riyadh pada Maret 2022 lalu pasca pandemi COVID. Di ajang debutnya ini, ia menempati posisi ketujuh denganc atatan waktu 2:34:01 Namun perlahan, perkembangannya mulai terlihat. Ia menunjukkan peningkatan signifikan dari setiap race yang diikuti.

Performa tersebut semakin konsisten dalam beberapa tahun terakhir, terutama di ajang-ajang besar seperti Berlin dan London Marathon. Berikut rangkaian performa tujuh marathon terakhir Tigst Assefa di level elite:

Race Waktu Posisi Catatan
Berlin Marathon 2022 2:15:37 1 Course Record
Berlin Marathon 2023 2:11:53 1 World Record
London Marathon 2024 2:16:23 2 Kalah sprint dari Peres Jepchirchir
Olimpiade 2024 2:22:58 2 Kalah sprint dari Sifan Hassan
London Marathon 2025 2:15:50 1 Women’s-only World Record
World Championships 2025 2:24:45 2 Kalah sprint dari Peres Jepchirchir
London Marathon 2026 2:15:41 1 Women’s-only World Record

Baca juga: Pentingnya Cek Jantung dan Tes Darah Sebelum Mengikuti Marathon

Catatkan Rekor Baru Bersama Sawe

sc: Olympics

Seperti halnya pencetak rekor lainnya di London Marathon 2026, Assefa menyelesaikan perlombaan dengan pendekatan yang terukur. Ia tidak memaksakan tempo di awal, tetapi tetap berada dalam ritme yang stabil dan efisien. Kontrol penuh terhadap race adalah kunci pentingnya.

Memasuki paruh kedua, Assefa menjaga pace tetap konsisten ketika pelari lain mulai kehilangan ritme. Kemampuan ini menjadi poin utamanya, bukan hanya sekadar untuk bertahan saja, tetapi lebih dari itu untuk memastikan jarak dengan pelari lainnya tetap dalam posisi yang relatif aman.

Ia akhirnya mencapai garis finish dengan catatan waktu terbaik 2:15:50. Hal itu sekaligus memecahkan women’s-only world record dan mempertahankan gelarnya di London Marathon. Pencapaian tersebut semakin terasa spesial karena terjadi di hari yang sama dengan rekor luar biasa dari Sabastian Sawe di kategori pria.

Tentu, event ini menjadi catatan sendiri dalam sejarah dunia lari. Di mana dalam satu hari, dua pelari mencetak sejarah baru di lintasan yang sama. Namun bagi Assefa, kemenangan ini bukan hanya soal rekor, melainkan bukti bahwa konsistensi dan pengalaman di race besar bisa menjadi pembeda utama.

Baca juga: Profil Sabastian Sawe: Sang Pemecah Rekor Lari Marathon Tercepat Saat Ini

Target ke Depan Assefa

sc: Running Magazine

Setelah mencetak rekor catatan waktu terbaik dan mempertahankan gelarnya, fokus Assefa tidak langsung beralih ke target berikutnya. Justru sebaliknya, ia memilih pemulihan sebagai prioritas utama. Demikian ungkapnya sebagaimana dikutip dari laman Olympics.

Ia bahkan belum menentukan lomba berikutnya dalam waktu dekat. Rencana ke depan akan dibicarakan bersama pelatih, dengan mempertimbangkan kondisi tubuh setelah melewati race besar seperti London Marathon lalu. Baginya, kesiapan jangka panjang lebih penting ketimbang menargetkan race dalam waktu dekat tanpa persiapan matang.

Meski demikian, Assefa tetap memiliki ambisi besar. Salah satunya adalah mengejar rekor dunia marathon wanita secara keseluruhan (overall world record), yakni catatan tercepat yang meliputi race campuran dengan para pacer pria.

Selain itu, panggung besar seperti Olimpiade juga sudah masuk dalam target utamanya. Olimpiade Los Angeles 2028 adalah yang benar-benar ia dipertimbangkan. Ia menyadari bahwa masih ada waktu dan beberapa kompetisi yang perlu dijalani sebelum benar-benar mengarah ke sana.

Rekomendasi Sepatu Lari untuk Plantar Fasciitis: Biar Lari Tanpa Nyeri Tumit

Artikel Lainnya Seputar Lari

May 5, 2026