sc: GPT Image AI Generator

Profil Ichwan Hanif: Tantang Batas Diri dengan Lari 60 Km Bogor – Cianjur

by Editor Jadwal Lari  - October 9, 2025

Setiap orang punya caranya sendiri untuk menantang diri. Ada yang memilih  menaklukkan gunung, dan ada pula yang, seperti Ichwan Hanif atau Iway, memilih untuk berlari menembus batas kemampuan fisik dan mentalnya. Dari sekadar obrolan ringan bersama teman, lahirlah sebuah misi yang kemudian dikenal sebagai Limitless, sebuah perjalanan lari  60 kilometer dari Bogor menuju Cianjur yang bukan hanya menguji stamina, tetapi juga kemauan, persahabatan, dan keyakinan.

Di balik langkah-langkah panjang yang ia tempuh, tersimpan kisah tentang bagaimana ide sederhana bisa berubah menjadi pengalaman luar biasa, yang meninggalkan jejak mendalam di setiap kilometernya. Seperti apa perjalanan yang ditaklukkan? Yuk, simak profil Ichwan Hanif berikut!

Project Limitless: Dari Obrolan Santai Jadi Misi Serius

Profil Ichwan Hanif - Project Limitless

Tak ada yang benar-benar menyangka bahwa obrolan santai di sela rutinitas bisa berkembang menjadi misi besar bernama ‘Limitless’. Bagi  Iway, ide itu muncul begitu saja, tanpa rencana matang. Hanya sekadar percakapan ringan bersama tiga rekannya, Daus, Evelina, dan Andika, tentang keinginan menantang diri di dunia lari. Namun dari situ, muncul tekad untuk mewujudkan sesuatu yang lebih bermakna: perjalanan lari sejauh 60 kilometer dari Bogor menuju Cianjur.

Awalnya, rute Bogor–Jakarta sempat dipertimbangkan, tapi dianggap terlalu umum. Hingga akhirnya mereka sepakat memilih rute Bogor–Cianjur,  jalur dengan kontur naik-turun yang menantang dan memberikan sensasi baru dalam menaklukkan elevasi. 

Proyek ini juga menjadi bagian dari persiapan dirinya untuk menghadapi Ultra Trail Run sejauh 70 kilometer di event besar Bromo Tengger Semeru (BTS). Lewat Limitless, Iway dan ketiga temannya ingin mengukur seberapa jauh tubuh dan pikirannya mampu bertahan ketika dihadapkan pada tantangan berat di dunia lari jarak jauh.

Baca juga: Mengenal Jenis-jenis Lari, dari Jarak Pendek Hingga Jauh

Antara Rutinitas, Latihan, dan Disiplin

Profil Ichwan Hanif - Antara Rutinitas, Latihan, dan Disiplin

Mempersiapkan diri untuk menempuh 60 kilometer bukan perkara mudah. Iway dan tim memulainya dengan menjaga kondisi fisik dan asupan nutrisi secara ketat. Latihan kekuatan tubuh (strength training) menjadi menu wajib, disusul sesi lari rutin minimal 10 kilometer seminggu dengan variasi pace agar tubuh terbiasa menghadapi perubahan tempo.

Bagi mereka yang bekerja di dunia kreatif seperti Iway, tantangan terbesar bukan hanya pada fisik, tapi juga pada manajemen waktu, bagaimana menjaga pola makan, jam istirahat, dan latihan agar tetap seimbang. Ada anggota yang bahkan berlatih hingga 30 kilometer dalam seminggu di trek menanjak.

Latihan dilakukan usai jam kerja hingga akhir pekan, menandakan keseriusan mereka menghadapi proyek ini. “Kuncinya bukan seberapa cepat kita berlari, tapi bagaimana menjaga tubuh tetap kuat sampai garis akhir,” ujar Iway.

Baca juga: 7 Cara Agar Nafas Kuat Saat Lari, dari Teknik Hingga Ramuan!

Malam Start yang Penuh Adrenalin Sekaligus Rasa Syukur

Profil Ichwan Hanif - Malam Start yang Penuh Adrenalin

Hari yang ditunggu pun tiba, Iway dan tim di proyek Limitless  mulai mempersiapkan diri untuk menjalankan misinya. Malam itu, rencana start pukul 21.00 WIB harus tertunda karena hujan deras mengguyur Bogor. Risiko hypothermia mengintai jika mereka memaksakan diri. Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya pada pukul 23.30 mereka memulai langkah pertama menuju Cianjur, ditemani suhu sejuk dan semangat membara.

Selama delapan jam perjalanan, berbagai momen krusial terjadi. Di kilometer awal, Daus mengalami kram dan sempat berhenti sejenak sebelum akhirnya bisa melanjutkan perjalanan berkat dukungan tim. Menjelang 20 kilometer terakhir, Andika mengalami hal serupa. Sementara itu, Iway sempat merasa pusing dan pandangannya kabur setelah beristirahat sejenak untuk makan. Namun, dengan istirahat dua menit dan asupan energi tambahan, ia kembali berlari hingga garis finish.

Hal yang paling berkesan bagi Iway bukan hanya jarak yang berhasil ditempuh, tapi kebersamaan dan kepedulian yang tumbuh di antara mereka. “Kita belajar menurunkan ego, saling jaga, dan memastikan semua sampai tujuan. Itu lebih penting dari sekadar waktu tempuh,” katanya. Limitless menjadi bukti bahwa semangat kolektif bisa mengalahkan rasa lelah.

Baca juga: 7 Checklist Perlengkapan untuk Trail Running: Jangan Sampai Ada yang Tertinggal!

Dukungan Banyak Pihak dan Ambisi Gila Selanjutnya

Profil Ichwan Hanif - Dukungan Banyak Pihak

Kesuksesan Limitless tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Brand seperti 910, MoreMiles, HLWN, dan AQUVIVA ikut berkontribusi. 910 menyediakan sepatu terbaik untuk para pelari, MoreMiles menyuplai kaos berbahan katun yang nyaman untuk long run, HLWN membantu kebutuhan operasional, dan AQUVIVA memastikan hidrasi para pelari tetap terjaga sepanjang perjalanan. “Dukungan mereka luar biasa. Ini bukan hanya soal lari, tapi soal kepercayaan dan kebersamaan,” ungkap Iway.

Baginya, proyek ini bukan sekadar tentang ketahanan fisik, tapi juga perjalanan spiritual dan mental. Ia belajar mengenali batas tubuhnya, memahami pentingnya istirahat, serta menghargai proses. Limitless menjadi pengingat bahwa tidak ada alasan untuk berhenti menjadi versi diri yang lebih baik. “Apapun yang terasa mustahil, cobalah jalani dengan niat dan keseriusan. Dari situlah hal yang tidak mungkin jadi mungkin,” tambahnya.

Iway percaya semangat push the limit harus terus hidup. Ia berharap Limitless dapat menginspirasi pelari lain untuk berani menantang diri. Bahkan, ke depan ia berencana melanjutkan proyek serupa dengan jarak lebih dari 100 kilometer, dan suatu hari nanti mewujudkan ide gilanya: berlari dari Bogor hingga Yogyakarta. Sebuah perjalanan yang bukan hanya soal langkah kaki, tapi juga tentang menembus batas kemampuan manusia.

Ini Cara Menggunakan Treadmill yang Benar Untuk Mengoptimalkan Manfaatnya!
7 Tips Beli Sepatu Lari Bekas Berkualitas, Jangan Salah Pilih!

Artikel Lainnya Seputar Lari