sc: GPT Image AI Generator

Apa Itu Lari Fartlek? Teknik Speed Play untuk Tingkatkan Pace

by Chey Yuanita  - August 11, 2025

Apa itu lari fartlek? Kamu mungkin sering mendengar istilah speed play dalam komunitas pelari. Fartlek berasal dari bahasa Swedia dan berarti permainan kecepatan. Metode ini mengajak kamu bermain dengan variasi tempo selama sesi lari. Sehingga banyak pelari menggunakan metode ini untuk meningkatkan performa tanpa harus merasa terjebak dengan rutinitas yang monoton atau membosankan. 

Fartlek sendiri sudah ada sejak lebih dari 80 tahun lalu, ketika para pelatih dan ilmuwan mulai bereksperimen dengan cara-cara baru untuk meningkatkan kebugaran dan menambah variasi dalam latihan. 

Tapi sebenarnya, apa sih lari fartlek itu? Apa saja bentuk latihan fartlek yang bisa kamu coba? Dan kenapa kamu perlu menambahkan fartlek ke dalam rutinitas latihan mingguanmu? Simak yuk, penjelasan berikut!

Sejarah Singkat Fartlek

Apa Itu Lari Fartlek

Pada akhir 1930-an, seorang pelatih Swedia Gösta Holmer memperkenalkan fartlek dengan tujuan untuk memperkuat atlet lintas alam negaranya. Holmer meminta atlet berganti-ganti kecepatan di hutan. Hal ini bertujuan supaya latihan yang mereka lakukan terasa lebih bebas dan menyenangkan.

Selanjutnya, banyak pelari dunia mengadaptasi teknik ini karena fleksibilitasnya. Kini, kamu bisa menemukan fartlek di hampir semua program latihan modern. Selain latar belakang historis yang menarik, fartlek juga berkembang seiring kemajuan ilmu olahraga.

Pelatih elite menambahkan prinsip periodisasi agar latihan tetap terukur. Meskipun begitu, esensi dari bermain kecepatan tetap sama. Pada akhirnya kamu sendiri yang menentukan ritme berdasarkan perasaan dan rute.

Baca Juga: Rahasia Teknik Pernapasan Saat Lari yang Jarang diketahui

Apa Itu Lari Fartlek?

Apa Itu Lari Fartlek

Menurut deksipri Runner’s World, fartlek pada dasarnya merupakan latihan speed run yang tidak terikat aturan baku. Berbeda dengan interval run yang biasanya diselingi jeda istirahat penuh, lari fartlek justru memadukan sprint singkat dengan lari santai atau kecepatan sedang sehingga tempo terus berubah-ubah.

Keunggulan utamanya terletak pada fleksibilitas, di mana kamu bebas menentukan durasi, jarak, dan intensitas tiap segmen sesuai kondisi tubuh dan tujuan latihan. Pendekatan ini memberi ruang untuk bermain dengan kecepatan. Kamu bisa menambah jarak sprint saat merasa kuat atau memperpanjang fase lari ringan ketika butuh lebih banyak napas.

Menariknya, lari fartlek tak harus dijalankan di luar ruangan. Kamu bisa melakukannya di atas treadmill sambil mendengarkan playlist favorit agar sesi latihan terasa lebih seru. Gunakan irama lagu sebagai panduan. Kamu bisa mempercepat langkah pada bagian chorus yang menghentak, lalu turunkan tempo berlari ketika musik mereda.

Perbedaan Fartlek dan Interval Run

Apa Itu Lari Fartlek

Banyak pelari sering kali salah, menyamakan fartlek dengan interval run. Pada interval run, kamu menentukan jarak atau waktu tembak dan jeda spesifik. Contohnya, kamu berlari cepat satu menit lalu jogging dua menit selama sepuluh kali. Program terukur ini cocok untuk latihan VO₂ max.

Sebaliknya, lari fartlek bersifat intuitif. Kamu memutuskan kapan mempercepat dan kapan melambat sesuai kondisi rute atau suasana hati. Misalnya, kamu sprint menuju lampu lalu lintas lalu joging sampai persimpangan berikutnya. Kebebasan pada lari fartlek ini membantu kamu mendengarkan sinyal tubuh dan menyesuaikan beban latihan.

Baca Juga: Mengenal Tempo Run, Kunci Lari Lebih Cepat dan Jauh!

Cara Latihan Lari Fartlek

Apa Itu Lari Fartlek

Fartlek memadukan jogging santai dengan ledakan sprint singkat. Dikutip dari panduan VeryWell Fit, kamu bisa mulai dengan menambah kecepatan selama jarak pendek, misalnya 200 meter atau rentang waktu 30 detik. Setelah itu, turunkan tempo kebawah pace lari biasa sampai nafas kembali teratur. Kemudian kamu bisa melanjutkan lari pada kecepatan normal; usahakan tetap berlari tanpa berjalan atau berhenti di sela-sela segmen tersebut.

Karena intensitasnya tinggi, satu sesi lari fartlek umumnya berdurasi singkat. Rangkaian sprint idealnya berlangsung sekitar 30 detik, kemudian bisa kamu perpanjang perlahan hingga 60 detik seiring meningkatnya kebugaran tubuh. Pola tempo yang terus berubah ini membuat latihan lebih menantang sekaligus meminimalisir rasa bosan. Berikut contoh sesi latihan lari fartlek 30 Menit yang bisa dicoba oleh pemula. 

  • Pemanasan bisa dimulai dengan jogging ringan 5 menit + dynamic stretch
  • Blok utama:
    • jogging 3 menit, sprint 30 detik
    • jogging 2 menit, sprint 45 detik
    • jogging 2 menit, sprint 60 detik
  • Setelah selesai, kamu bisa mengulangi urutan di atas satu kali lagi
  • Pendinginan dilakukan dengan jogging santai 5 menit + static stretch

Struktur tersebut fleksibel. Kamu boleh menambah durasi sprint atau memperpendek joging sesuai level kebugaran. Ingat, dengarkan tubuh disesuaikan dengan beban latihan.

Manfaat Lari Fartlek

Apa Itu Lari Fartlek

Latihan fartlek memberi kamu kendali penuh atas intensitas dan tempo latihanmu. Ini sangat cocok kalau kamu masih baru dalam dunia lari dan ingin mulai mencoba latihan kecepatan secara ringan. Beberapa sesi fartlek bisa sangat simpel, jadi kamu bisa menyesuaikannya dengan kemampuan dan kenyamananmu.

Latihan ini juga sangat efisien secara waktu. Karena tidak berhenti seperti interval biasa, kamu bisa menyelesaikan sesi fartlek dalam waktu yang relatif singkat tapi tetap efektif. Berikut manfaat dan kelebihan lari fartlek.

1. Melatih Kecepatan 

Fartlek adalah cara ideal untuk memperkenalkan latihan kecepatan ke dalam rutinitas lari kamu. Saat kamu baru memulai program latihan, sesi fartlek yang terstruktur ringan bisa membantu tubuhmu menyesuaikan diri sebelum masuk ke sesi yang lebih berat.

2. Menyiapkan Tubuh Lebih Cepat Adaptasi untuk Lomba Lari

Di lomba, kamu nggak bisa berhenti dan istirahat di tengah jalan. Kecepatanmu juga pasti naik turun sesuai situasi. Fartlek melatih tubuhmu untuk beradaptasi dengan perubahan ritme alami saat lomba.

3. Kamu Pegang Kendali

Fartlek memberi kamu kebebasan untuk mengatur sendiri tempo dan intensitas latihanmu. Ini penting karena di hari lomba nanti, tidak ada pelatih yang membisikkan kapan harus ngebut dan kapan harus santai. Kamu perlu tahu ritmemu sendiri.

4. Lebih Menyenangkan

Karena tidak terlalu kaku dan bisa kamu bentuk sendiri, fartlek bisa membuat latihan terasa lebih menyenangkan. Coba berlari di rute berbukit, atau mainkan variasi kecepatan berdasarkan perasaan, bukan data dari jam tangan GPS-mu.

5. Meningkatkan Daya Tahan Aerobik

Jika kamu berlatih untuk lomba 5K atau lebih jauh, dengan fartlek sistem energi aerobikmu bisa menjadi sangat dominan. Karena fartlek tidak memberikan istirahat total seperti jalan, tubuhmu jadi lebih terbiasa menggunakan laktat sebagai sumber energi. Hal ini dapat meningkatkan ketahanan dan efisiensi metabolisme tubuh.

Baca Juga: Ini Dia 7 Manfaat Lari Pagi yang Mungkin Belum Kamu Tahu!

Penutup

Sekarang kamu sudah paham apa itu lari fartlek dan betapa besarnya manfaatnya untuk performa. Metode ini memadukan kecepatan, daya tahan, dan kesenangan dalam satu sesi. Saat kamu memasukkannya ke program mingguan, tubuh akan beradaptasi lebih cepat. Tak hanya itu, kamu juga bisa mendapat benefit kondisi mental yang lebih stabil. 

Tertarik mencoba? Yuk, atur rute menarik, siapkan sepatu nyaman, dan mulailah bermain tempo! Jangan lupa cek jadwal event lari terbaru dan tandai running event yang ingin kamu ikuti! 

Astra Otoparts Perkuat TKDN Alat Kesehatan di Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia 2025
Apa itu Lari Cross Country? Pengertian, Sejarah, Manfaat, & Cara Melakukannya!

Artikel Lainnya Seputar Lari

April 28, 2026

April 27, 2026

April 22, 2026