sc: GPT Image AI Generator

Profil Verlyana Risyah: Misi Turunkan Berat Badan, Berujung Marathon

by Editor Jadwal Lari  - October 7, 2025

Kadang sebuah perubahan besar justru dimulai dari alasan sederhana. Dari langkah awalnya hanya ingin hidup lebih sehat dengan mulai rutin bergerak, siapa sangka kebiasaan kecil itu berkembang menjadi hobi yang membawanya melintasi berbagai garis finish. Bahkan menaklukkan tantangan Full Marathon 42K. Yuk, simak profil Verlyana  Risyah dengan kisah menarik dan perjalanan hidup sehat yang  inspiratif!

Dimulai dari Misi Menurunkan Berat Badan

Profil Verlyana Risyah

Tidak semua perjalanan olahraga dimulai dengan ambisi besar. Baginya langkah awal untuk motivasi lari cukup sederhana, ingin menurunkan berat badan. Pada 2023, berat badannya sempat mencapai 63 kg. “Itu udah bikin aku cukup ‘ngeh’,” ujarnya sambil tertawa.

Dari situ, ia mulai bergerak perlahan seperti jalan kaki, kemudian lari-lari kecil dengan jarak pendek. Tidak ada target muluk, yang penting konsisten. Perlahan, rutinitas itu membuahkan hasil. Dalam enam bulan pertama, berat badannya turun sekitar 10 kg, hingga stabil di angka 52–53 kg. Menariknya, meski ia mengaku doyan makan, kebiasaan lari membuat tubuh tetap bugar dan sehat.

Baca juga: Mengenal Carbo Loading untuk Pelari dan Cara Melakukannya

Lari Sebagai Stress Release

Profil Verlyana Risyah (2)

Awalnya sekadar alat untuk menurunkan berat badan, lari kemudian berkembang menjadi bagian penting dari hidup Verly. “Kalau nggak lari tuh bawaannya bad mood, bisa tantrum, hahaha,” ungkapnya jujur. Kini, lari bukan hanya aktivitas fisik, melainkan juga stress release.

Dari situ, lahirlah kebiasaan baru: berlari 4-5 kali seminggu dengan variasi menu latihan. Ia menyadari bahwa manfaat terbesar dari lari bukan hanya angka timbangan, melainkan stamina, kesehatan mental, dan energi positif yang terus terjaga.

Baca juga: Ketahui 7 Manfaat Lari untuk Kesehatan Tubuh Kamu, Apa Saja?

Pace Keong, Finish Strong

Profil Verlyana Risyah (3)

Tidak berhenti di situ, Verly justru membuat langkah berani dengan mendaftar Full Marathon (FM) 42K di tahun pertamanya berlari. Oktober 2024, ia berhasil menuntaskan Kuching Marathon dengan penuh rasa bangga. “Walaupun pace-nya pace keong, tapi yang penting finish strong!” ujarnya.

Perjalanan dari 5K, 10K, 21K hingga 42K menjadi bukti bahwa komitmen dan konsistensi dapat membawa seseorang jauh melampaui ekspektasi awalnya. Kini, ia tengah mempersiapkan diri untuk Mandiri Bintan Marathon pada 9 November 2025, yang akan menjadi FM keduanya. Latihan sudah masuk minggu ke-9, dan ia berharap bisa melewati race tanpa drama cedera.

Baca juga: Cara Menghitung Pace Lari yang Akurat dengan Mudah!

Taklukkan Marathon di Negeri Tetangga

Profil Verlyana Risyah (4)

Tentu, perjalanan ini tidak selalu mulus. Verly mengakui ada banyak tantangan: rasa malas saat cuaca tidak mendukung, membagi waktu antara kerja dan latihan, hingga menjaga konsistensi. “Ngumpulin niat di awal itu sering banget jadi PR,” katanya. Namun ia percaya, dukungan keluarga, teman, dan komunitas sangat penting untuk menjaga semangat tetap menyala.

Seiring waktu, daftar race yang ia ikuti pun semakin panjang. Setelah Kuching Marathon di 2024, ia menutup tahun dengan Singapore Half Marathon. Sementara di 2025, jadwalnya padat dengan sederet race bergengsi: BFI Half Marathon, JAKIM Half Marathon, Kuala Lumpur Half Marathon, JRF Half Marathon, hingga puncaknya Mandiri Bintan Marathon.

Bagi Verly, lari bukan lagi sekadar olahraga untuk menurunkan berat badan. Ia adalah gaya hidup, perjalanan mental, sekaligus sumber kebahagiaan. “Tiap orang punya alasan sendiri buat mulai lari. Yang penting tahu goal awalnya apa,” tutupnya.

Memahami Apa Itu Cadence dan Pentingnya Bagi Seorang Pelari!
Ini Cara Menggunakan Treadmill yang Benar Untuk Mengoptimalkan Manfaatnya!

Artikel Lainnya Seputar Lari

April 28, 2026

April 27, 2026

April 22, 2026