Siapa sangka, dari sekadar ikut-ikutan Car Free Day, Syaifudin justru menemukan passion yang mengubah hidupnya, lari. Perjalanannya tidak selalu mulus ada cedera, ada rasa malas, bahkan momen jatuh di tengah race besar. Namun justru dari pengalaman itulah ia belajar arti penting persiapan matang dan bagaimana bangkit dari kegagalan. Penasaran? Simak profil pelari Syaifudin kali ini.
Dari Car Free Day ke Race Day

Syaifudin mulai mengenal dunia lari sekitar tahun 2018 – 2019, ketika ia hanya ikut-ikutan Car Free Day di Lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar. Awalnya, niatnya sederhana, sekadar meramaikan suasana dan mengisi media sosial. Setelah itu, barulah ia mencoba ikut event pertama di peringatan Harpostel 2019 dan menjadi titik baliknya.
Dari situ, ia merasa bahwa lari ternyata jauh lebih seru daripada yang dibayangkan. Perlahan, Syaifudin mulai rutin berlari tiap minggu, menambah jarak tempuh, hingga mencoba event-event virtual run. Perlahan dia pun menyadari jika lari bukan sekadar soal berlari, melainkan ada teknik, ilmu, serta target jarak yang bisa ditempuh.
Baca juga: Virtual Run: Pengertian, Manfaat, hingga Cara Kerjanya!
Lari Biar Eksis di Sosmed

Motivasi awal Syaifudin terus lari mungkin sedikit menarik, dari rasa penasaran dan keinginan mendapat validasi di media sosial. Namun, seiring waktu, tujuan itu bergeser menjadi hal yang lebih esensial, menjaga kesehatan. Dirinya pun terinspirasi dua sosok atlet nasional Agus Prayogo yang tetap bertenaga meski usia tak lagi muda, serta Robby Sianturi yang dikenal humble meski berprestasi di usia muda.
Untuk menjaga performa, Syaifudin biasa mengatur jadwal latihan empat kali seminggu dengan kombinasi easy run, speed session, long run, dan recovery. Dua hari ia sisihkan untuk strength training, mengingat kondisinya yang pernah cedera di awal 2025.
Ia percaya bahwa persiapan matang menjelang race harus dilakukan bertahap, baik dari sisi jarak, intensitas, maupun kekuatan tubuh. Termasuk aspek kesiapan mental. Meski kadang rasa malas datang, ia punya strategi sederhana: membuat catatan latihan, memberi tanda pada sesi yang terlaksana atau terlewat, serta membuat variasi rute agar tetap semangat.
Baca juga: Apa Itu DNF dalam Lari? Memahami dan Bangkit Kembali
Pelajaran Berharga dari Maybank Marathon

Bagi Syaifudin, momen paling berkesan adalah saat mengikuti Jogja Marathon (JOGMAR) 2025. Meski sempat cedera, ia berhasil menuntaskan Half Marathon pertamanya dengan penuh drama. Namun, pengalaman berbeda justru datang di Maybank Marathon 2025. Terlalu ambisius ikut event HM hampir tiap bulan membuat persiapannya kacau.
Ditambah rute yang menantang dengan tanjakan panjang, ia sempat kehilangan tenaga sejak km 13. Momen itu menjadi pukulan berat, tetapi sekaligus pelajaran penting: marathon bukan hanya soal ambisi, melainkan tentang manajemen energi, kesabaran, dan persiapan yang matang. Dari situ ia belajar untuk tidak memaksakan diri dan lebih bijak mengatur intensitas latihan.
Baca juga: Mengenal Maybank Marathon: Pilihan Wajib Penggemar Lari Marathon
Makna Lari dan Pesan untuk Pemula

Meski lebih memilih berlari sendiri tanpa komunitas, Syaifudin tetap melihat perkembangan dunia lari di Indonesia dengan optimis. Ia menilai tren ini bukan lagi sekadar FOMO, melainkan mulai berkembang menjadi gaya hidup sehat, meski masih ada drama seputar “haus validasi” di event-event besar.
Bagi dirinya, lari bukan sekadar mengejar pace atau jarak, tetapi cerminan perjalanan hidup: jika ingin naik tingkat, butuh latihan, kerja keras, dan kesabaran. Kini, target besarnya sederhana menjaga kesehatan sambil perlahan memperbaiki pace dan endurance. Untuk para pelari pemula, Syaifudin berpesan agar tidak hanya terpaku pada kecepatan. Lari juga butuh dukungan latihan lain seperti strength training agar performa tetap terjaga.
Baginya, filosofi lari adalah tentang konsistensi dan proses, sama seperti perjalanan karier yang menuntut usaha lebih jika ingin berkembang. Dari momen sulit hingga pencapaian kecil, ia belajar bahwa lari selalu punya cara mengajarkan arti ketekunan dan kesiapan menghadapi tantangan.
