sc: GPT Image AI Generator

Ini Manfaat Lari Bertelanjang Kaki bagi Kesehatan dan Juga Risikonya!

by Nurul Khurotin  - November 17, 2025

Berlari telah menjadi salah satu olahraga yang popular dalam beberapa tahun terakhir. Banyak masyarakat yang mulai sadar dengan manfaat berlari yang bisa meningkatkan kesehatan. Namun, kadang ada juga yang menunda untuk memulai dengan alasan karena tidak memiliki sepatu lari.

Tahukah kamu bahwa lari bertelanjang kaki juga memberikan manfaat bagi tubuh? Jadi tidak ada alasan lagi bagi kita untuk menunda pola hidup sehat dengan olahraga lari. Artikel ini akan menyuguhkan tentang manfaat dari lari tanpa alas kaki dan beberapa hal yang harus dipersiapkan agar tidak berbahaya saat melakukannya.

Manfaat Lari Bertelanjang Kaki

Sc: Freepik

Berikut ini beberapa manfaat lari bertelanjang kaki bagi kesehatan, jika anda bisa melakukannya dengan rutin. Di antaranya:

1. Meningkatkan kekuatan otot kaki

Berlari dengan bertelanjang kaki bia membuat otot, tendon, dan ligament kaki semakin kuat. Selain itu lari bertelanjang kaki juga membuat jari-jari kaki bisa bergerak leluasa tanpa ada tekanan. Dengan otot kaki yang kuat, maka akan meminimalisir cedera jangka Panjang.

2. Bentuk lari yang lebih baik

Berlari dengan kaki telanjang akan mendorong pendaratan tepat di lengkungan kaki, mencegah tumit menyentuh tanah dan cedera yang menyertainya. Kemudian dengan tidak ada alas kaki langkah kaki akan jauh lebih pendek, sehingga hentakan kaki yang tidak terlalu keras akan meredam guncangan lebih baik.

3. Aliran darah semakin lancar

Dalam penelitian diungkap bahwa berlari bertelanjang kaki bisa mencegah pengggumpalan darah dan membuat aliran darah semakin lancar. Jika darah lancar tubuh akan terhindar dari berbagai penyakit, mulai dari hipertensi, obesits, hingga diabetes.

4. Keseimbangan yang lebih baik

Ada satu manfaat yang bisa rasakan sejak hari pertama lari bertelanjang kaki, yaitu keseimbangan yang lebih baik. Ketika telapak kaki menyentuh permukaan tanah, akan membantu otak mengontrol gerakan kaki dan tubuh dengan lebih baik, khususnya saat permukaan tanah tidak rata. Selain itu, kaki akan lebih responsif sehingga meningkatkan refleks telapak kaki untuk mengurangi risiko terkilir.

5. Hubungan yang lebih dalam dengan lingkungan

Berlari bertelanjang kaki juga termasuk grounding (kaki menyentuh tanah) yang memiliki banyak manfaat. Kontak langsung alam bisa menenangkan pikiran shingga bisa meredakan stres, kecemasan, dan menjernihkan pikiran. Selain itu saat kaki menyentuk permukaan tanah tanpa alas bisa mengurangi respons peradangan di usus.

6. Membakar Lebih Banyak Kalori

Saat seseorang berlari dengan sepatu, sol yang kenyal pada sepatu lari berfungsi untuk mendorong maju, sehingga lari akan terasa lebih ringan. Sedangkan saat kamu lari bertelajang kaki akan lebih berat dan menantang, jadi ada kemungkinan besar bahwa kalori yang terbakar lebih banyak.

Baca juga: 8 Rekomendasi Sepatu Trail Running yang Wajib Kamu Pilih! Mana Favoritmu?

Risiko dari Lari Bertelanjang Kaki

Sc: Freepik

Meski memiliki beragam manfaat, lari bertelanjang kaki juga tetap memiliki risiko jika tidak dipertimbangkan dengan baik, di antaranya:

1. Cedera

Otot akan bekerja dengan keras saat lai bertelanjang kaki yang bisa menyebabkan kram pada betis. Namun, risiko ini bisa dicegah dengan melakukan pemanasan terlebih dahulu.

2. Terpapar Kuman dan Bakteri

Tanpa pelindung alas kaki, maka telapak akan langsung bersentuhan dengan permukaan tanah. Hal itu bisa membuat kuman dan bakteri bisa menempel di pori-pori kulit. Jika tidak dibersihkan dengan baik maka akan menyebabkan penyakit, apalagi jika terdapat luka terbuka di kaki.

3. Nyeri pada Tumit

Lari bertelanjang kaki bisa menyebabkan sakit pada tumit, karena terjadi peradangan pada jaringan ikat tebal di telapak kaki aibat tekanan yang berlebih. Saat kaki tidak memakai alas kaki, maka benturan keras dari permukaan langsung menyentuh kaki, dan bisa memicu robekan jika permukaan tidak rata.

4. Lecet, Kapalan, dan Melepuh

Jika kamu baru memulai lari bertelanjang kaki, pada beberapa minggu pertama bisa menyebabkan kaki lecet, kapalan, bahkan melepuh. Sehingga bagi penderita diabetes sebaiknya menghindari olahraga dengan cara ini untuk mencegah munculnya luka yang berisiko menganggu kepekaan saraf.

Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan

Sc: Freepik

Bagi kamu yang ingin mencoba lari bertelanjang kaki, harus mempersiapkan diriterlebih dahulu. Apalagi sebelumnya terbiasa menggunakan sepatu running. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mengurangi risiko saat melakukan aktivitas lari bertelanjang kaki, di antaranya:

  • Sebelum menyentuh permukaan tanah, cobalah untuk berlari telanjang kaki di dalam ruangan atau gedung olahraga yang memiliki permukaan yang halus.
  • Setelah itu cari lokasi yang memiliki permukaan tanah atau rumput yang datar dan tidak terlalu berbatu.
  • Pastikan area berlari bersih dan bebas dari kotoran, atau benda-benda lain yang berbahaya seperti kaca, kayu, atau batu kasar yang bisa melukai kaki.
  • Sebelum lari bertelanjang kaki di luar ruangan, lakukan latihan bertahap, misalnya mulai dengan berjalan selama 9 menit dan lari satu menit. Lalu tambah durasi lari secara perlahan setiap hari.
  • Jangan lupa untuk melakukan pemanasan atau peregangan agar otot kaki tidak mudah kram dan nyeri.
  • Berkonsultasilah pada dokter, pelatih, atau ahli, sebelum melakukan aktivitas lari bertelanjang kaki agar hasilnya tidak mengganggu kesehatan. Jika aktivitas ini terlalu bahaya karena kondisi khusus, lebih baik tidak memaksa untuk melakukannya, dan ikuti saran dokter dengan baik.

Baca juga: 10 Sepatu Running Specs Terbaik dengan Desain Ringan

Penutup

Jadi itulah beberapa manfaat, risiko, dan hal yang harus diperhatikan sebelum kamu memutuskan untuk lari bertelanjang kaki. Jangan sampai olahraga justru membuat kondisi semakin buruk. Tetap lakukan aktivitas sesuai kebutuhan. Kamu bisa terus melanjutkan aktivitas lari dengan mengikuti Event Lari Indonesia, semoga bermanfaat!

10 Sepatu Running Specs Terbaik dengan Desain Ringan
Profil Namira Adjani: Raih Predikat Six Star Finisher Wanita Termuda dari Indonesia di WMM 

Artikel Lainnya Seputar Lari