sc: JETE
Sc: Trail Run Magazine

Apa Itu Post Race Blues? Sering Terjadi Pada Pelari yang Baru Selesai Finish

by Yasmina Alda  - September 28, 2026

Sc: Trail Run Magazine

Sudah berbulan-bulan kamu mempersiapkan diri untuk satu hari perlombaan. Jadwal latihan, long run, strength training, pola makan, sampai target pace dipikirkan dengan serius demi bisa tampil sebaik mungkin saat race day. Apa itu post race blues? Istilah ini menggambarkan perasaan hampa, sedih, kehilangan arah, atau turunnya motivasi yang bisa muncul setelah sebuah race selesai.

Kondisi ini mungkin terasa membingungkan karena secara logika, garis finis seharusnya menjadi momen untuk merasa lega dan bangga. Namun, setelah euforia medali, foto, dan ucapan selamat mereda, sebagian pelari justru merasa kehilangan sesuatu. Rutinitas yang selama ini memenuhi hari tiba-tiba berhenti, sementara tubuh masih membutuhkan waktu untuk pulih. Simak penjelasan lebih detail berikut ini.

Apa Itu Post Race Blues?

Apa Itu Post Race Blues
Sc: Ruuner’s World

Post race blues sebenarnya bukan diagnosis klinis resmi, melainkan istilah yang digunakan di komunitas olahraga untuk menggambarkan perubahan emosi setelah menyelesaikan perlombaan. Perasaan yang muncul bisa berbeda pada setiap orang, mulai dari sekadar kehilangan motivasi berlari hingga rasa kosong dan murung yang cukup mengganggu.

Post race blues dapat terjadi setelah berbagai jenis endurance race, terutama ketika seseorang menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mempersiapkan satu target. Semakin besar porsi waktu, energi, dan perhatian yang diberikan untuk race, semakin terasa pula perubahan ketika target tersebut akhirnya selesai.

Kenapa Post Race Blues Bisa Terjadi?

Post Race Blues
Sc: Runner’s World

Ada beberapa alasan yang membuat perubahan emosi setelah race terasa cukup kuat. Bukan hanya pikiran, kondisi fisik yang masih lelah juga dapat memengaruhi bagaimana kamu menjalani hari-hari setelah perlombaan. Berikut beberapa alasan mengapa post race blues bisa terjadi.

1. Rutinitas Latihan Tiba-Tiba Hilang

Selama persiapan race, hampir setiap minggu memiliki struktur yang jelas. Ada jadwal easy run, interval, long run, strength training, tapering, sampai waktu tidur dan pola makan yang perlu diperhatikan. Banyak keputusan sehari-hari terasa memiliki tujuan karena semuanya diarahkan pada satu target.

Setelah race selesai, struktur tersebut mendadak berkurang. Tidak ada lagi countdown menuju hari perlombaan atau latihan tertentu yang harus diselesaikan. Ruang kosong ini dapat membuat kamu bertanya, “Setelah ini harus melakukan apa?” Ketika rutinitas yang biasanya menjadi sumber fokus menghilang, rasa kehilangan arah pun bisa muncul.

2. Tubuh Belum Benar-Benar Pulih

Perasaan setelah race juga tidak bisa dipisahkan dari kondisi fisik. Perlombaan jarak jauh atau event dengan intensitas tinggi menguras energi, otot, dan sistem tubuh secara keseluruhan. Ketika adrenalin serta euforia saat race mulai mereda, rasa lelah yang sebenarnya mungkin baru terasa.

Tidur yang belum kembali teratur, nyeri otot, perubahan pola makan, hingga berkurangnya aktivitas setelah race dapat membuat tubuh terasa berbeda dari biasanya. Kondisi fisik dan emosi saling berkaitan, rasa lelah juga dapat membuat kamu lebih mudah kehilangan semangat atau merasa murung. Memberikan waktu untuk beristirahat juga merupakan bagian dari proses menyesuaikan diri setelah race.

3. Hasil Race Tidak Sesuai Ekspektasi

Target performa juga dapat memengaruhi kondisi emosional setelah perlombaan. Kamu mungkin sudah membayangkan pace tertentu, waktu finis, atau bahkan target personal best selama berbulan-bulan. Ketika hasil akhirnya berbeda jauh dari ekspektasi, rasa kecewa bisa bertahan meskipun kamu sudah berhasil menyelesaikan race.

Namun, menariknya, hasil yang bagus pun tidak selalu membuat perasaan negatif hilang. Setelah target tercapai, kamu tetap bisa merasa kosong karena sesuatu yang selama ini dikejar sudah tidak ada lagi. Masalanya tidak selalu terletak pada hasil race, terkadang yang membuat sulit adalah proses beradaptasi setelah sebuah tujuan besar akhirnya selesai.

Baca Juga: Program Latihan 5K untuk Pemula, Panduan Bertahap agar Siap Race Pertamamu

Apa Saja Tanda Post Race Blues?

Gejala Post Race Blues
Sc: Run Tri Bike

Setiap pelari bisa mengalami post race blues dengan cara yang berbeda. Ada yang hanya kehilangan motivasi latihan selama beberapa hari, sementara lainnya merasa lebih kosong, lelah, atau murung. Mengenali tanda-tandanya dapat membantu kamu memahami kondisi setelah race tanpa langsung menganggapnya sebagai masalah serius.

1. Motivasi Lari Menurun

Sepatu lari yang biasanya membuat kamu bersemangat tiba-tiba terasa kurang menarik. Kamu mungkin belum ingin kembali mengikuti jadwal latihan seperti sebelum race. Kondisi ini cukup wajar jika tubuh dan pikiran masih membutuhkan waktu untuk beristirahat setelah melewati persiapan serta perlombaan yang menguras energi.

2. Merasa Hampa Setelah Finish

Medali sudah di tangan, foto sudah diunggah, dan ucapan selamat berdatangan, tetapi kamu justru merasa seperti ada sesuatu yang hilang. Rasa kosong tersebut bisa muncul karena target yang selama berbulan-bulan memenuhi pikiran akhirnya selesai hanya dalam satu hari. Setelah itu, rutinitas yang biasanya mengisi waktu ikut berubah.

3. Mudah Lelah

Rasa lelah setelah race merupakan hal yang wajar, terutama setelah mengikuti perlombaan dengan jarak atau intensitas tinggi. Namun, kelelahan bisa terasa lebih berat ketika tubuh belum memiliki cukup waktu untuk recovery. Memaksakan diri kembali ke rutinitas latihan terlalu cepat justru dapat membuat proses pemulihan terasa lebih berat.

4. Bingung Menentukan Target Berikutnya

Setelah berbulan-bulan memiliki satu tujuan, menentukan langkah berikutnya ternyata tidak selalu mudah. Kamu mungkin merasa perlu segera mencari race baru agar kembali punya sesuatu untuk dikejar. Padahal, tidak ada kewajiban untuk langsung menentukan target berikutnya. Memberi jeda juga merupakan bagian dari perjalanan sebagai pelari.

5. Mudah Sensitif atau Murung

Perubahan rutinitas, kelelahan fisik, dan rasa kehilangan arah dapat ikut memengaruhi suasana hati setelah race. Kamu mungkin menjadi lebih mudah kesal, gelisah, atau tidak bersemangat menjalani aktivitas yang biasanya menyenangkan. Perhatikan kondisi ini dan berikan ruang bagi tubuh serta pikiran untuk beradaptasi.

Baca Juga: Pengertian ITRA di Trail Running, Semua yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Race

Cara Mengatasi Post Race Blues

Tanda Post Race Blues
Sc: Training Peaks

Memahami apa itu post race blues saja belum cukup. Kamu juga perlu tahu cara meresponsnya tanpa buru-buru memaksa diri kembali ke pola latihan sebelum race. Masa setelah perlombaan sebaiknya digunakan untuk recovery, refleksi, dan mencari kembali aktivitas yang membuat kamu menikmati olahraga tanpa tekanan performa.

1. Berikan Waktu untuk Recovery

Jangan menganggap hari setelah race sebagai awal dari training block baru. Tubuh dan pikiran sama-sama membutuhkan waktu untuk pulih setelah persiapan panjang. Kamu bisa memilih recovery aktif seperti berjalan santai, melakukan mobilitas ringan, berenang, atau aktivitas lain yang sesuai dengan kondisi tubuh.

2. Lari Tanpa Mengejar Angka

Ketika sudah siap kembali berlari, cobalah mengurangi fokus pada pace, jarak, atau heart rate. Kamu bisa berlari hanya untuk menikmati udara pagi, mengobrol bersama teman, atau sekadar mencari sarapan setelah selesai. Sementara itu, biarkan lari kembali menjadi aktivitas yang menyenangkan.

3. Buat Tujuan di Luar Lari

Target baru tidak harus selalu berupa race berikutnya. Kamu dapat mencoba strength training, bersepeda, berenang, mengembangkan hobi, atau menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga dan teman. Tujuan di luar lari membantu mengisi kembali ruang yang sebelumnya dipenuhi persiapan race.

4. Ceritakan dan Evaluasi Pengalaman Race

Coba tuliskan apa yang kamu rasakan selama persiapan hingga garis finish. Catat hal yang berhasil, tantangan yang muncul, dan pelajaran yang bisa dibawa ke latihan berikutnya. Dengan begitu, race tidak hanya dilihat sebagai hasil akhir, tetapi sebagai bagian dari perjalanan yang sudah kamu jalani.

5. Jangan Terburu-Buru Mendaftar Race Baru

Mendaftar race berikutnya memang bisa membantu mengembalikan motivasi. Namun, jangan menjadikannya sebagai cara untuk menghindari rasa kosong setelah race. Pastikan tubuh sudah pulih dan kamu benar-benar siap berlatih kembali. Target baru sebaiknya muncul karena keinginan untuk berkembang, bukan karena merasa harus terus mengejar sesuatu.

Baca Juga: Wave Start dalam Event Lari: Sistem yang Bikin Race Jadi Makin Nyaman

Penutup

Memahami apa itu post race blues dapat membantu pelari menyadari bahwa rasa kosong atau turunnya motivasi setelah race bisa menjadi bagian dari fase setelah menyelesaikan target besar. Tidak perlu terburu-buru kembali mengejar performa karena tubuh dan pikiran tetap membutuhkan waktu untuk recovery. Setelah kondisi mulai pulih, kamu bisa perlahan menemukan kembali motivasi untuk berlari dan menentukan tujuan berikutnya.

Kalau sudah siap kembali berlari dan ingin mencari tantangan baru, kamu bisa mulai melihat berbagai event lari yang akan datang. Cek jadwal event lari terbaru untuk menemukan race berikutnya yang sesuai dengan target dan rencana latihanmu.

ASICS Jakarta Speed Race 2026: Hadir dengan Tantangan Baru dan Luncurkan SONICBLAST 2 RISE & SHINE

Artikel Lainnya Seputar Lari

September 15, 2026