Huawei kembali menghadirkan gebrakan lewat Watch Ultimate 2, sebuah smartwatch yang tidak hanya sekadar perangkat wearable biasa, tetapi juga menggabungkan elemen jam tangan mewah dengan teknologi ekstrem. Dengan positioning sebagai “ultimate adventure watch”, Huawei Watch Ultimate 2 memang ditujukan untuk pengguna yang aktif di luar ruangan, bahkan hingga ke dalam air.
Berbeda dengan smartwatch mainstream, Watch Ultimate 2 hadir dengan pendekatan yang lebih spesifik. Ia bukan hanya untuk tracking langkah atau notifikasi, melainkan untuk pengguna yang membutuhkan fitur profesional seperti diving, navigasi offline, hingga komunikasi bawah air. Yuk, cari tahu lebih banyak soal smartwatch premium ini!
Spesifikasi Huawei Watch Ultimate 2
| Spesifikasi | Detail |
| Model | HUAWEI WATCH Ultimate 2 |
| Dimensi |
Black: 48.5 × 48.5 × 12.9 mm, Blue: 47.8 × 47.8 × 12.9 mm
|
| Berat | Sekitar 80,5 gram (tanpa strap) |
| Layar | LTPO 2.0 AMOLED 1,5 inci |
| Resolusi & Kecerahan |
466 × 466 piksel, 310 PPI, peak brightness 3.500 nit
|
| Material Case |
Liquid metal berbasis zirkonium + nanocrystal ceramic
|
| Strap |
Black: fluoroelastomer, Blue: fluoroelastomer + strap titanium
|
| Sensor |
Accelerometer, Gyroscope, Magnetometer, Optical Heart Rate, Barometer, Ambient Light, Temperature, ECG, Depth, X-TAP
|
| Ketahanan Air |
20 ATM + IP68 + IP69, diving hingga 150 meter, dustproof IP6X
|
| Konektivitas |
NFC, Bluetooth 5.2, Wi-Fi 6, GNSS dual-band, Nearlink
|
| Pengisian |
Wireless charging, 5V–10V DC / 2A Max
|
| Sistem Operasi |
Android 9.0 ke atas / iOS 13.0 ke atas
|
| Baterai |
Mode standar hingga 4,5 hari (Android), battery saver hingga 11 hari
|
| Fitur Khusus |
Komunikasi bawah air berbasis sonar, diving mode, expedition mode, golf mode
|
| Isi Kotak |
Jam tangan, Wireless SuperCharger Gen-2, panduan, kartu garansi, extra strap (Blue tambahan titanium strap)
|
Baca juga: Spesifikasi Huawei Band 11, Ini Alasan Banyak Runner yang Pakai!
Desain & Build Quality

Dari sisi desain, Huawei Watch Ultimate 2 langsung menunjukkan identitasnya sebagai smartwatch premium. Case-nya dibuat dari zirconium-based liquid metal yang terkenal sangat kuat dan tahan korosi, bahkan diklaim lebih tahan dibanding stainless steel. Material ini dipadukan dengan bezel keramik nanocrystal serta sapphire glass yang memberikan perlindungan maksimal terhadap goresan.
Ukuran jam ini cukup besar, sekitar 47.8 mm hingga 48.5 mm dengan bobot sekitar 80 gram tanpa strap. Hal ini membuatnya terasa solid di pergelangan tangan, namun juga bisa terasa terlalu besar bagi pengguna dengan tangan kecil. Huawei juga menyediakan beberapa pilihan strap seperti fluoroelastomer (sporty) dan titanium (lebih elegan), bahkan ada strap tambahan untuk diving suit.
Layar
Salah satu keunggulan utama Watch Ultimate 2 adalah layarnya. Smartwatch ini menggunakan panel 1.5 inci LTPO AMOLED dengan resolusi tinggi 466 × 466 piksel. Teknologi LTPO memungkinkan refresh rate dinamis sehingga lebih hemat baterai, terutama saat fitur always-on display aktif.
Salah satu bagian yang paling mencolok adalah tingkat kecerahannya yang mencapai hingga 3500 nits, menjadikannya salah satu layar smartwatch paling terang saat ini. Bahkan di bawah sinar matahari langsung, tampilan tetap jelas dan tajam. Ini sangat penting bagi pengguna outdoor yang sering beraktivitas di lingkungan ekstrem.
Baca Juga: Garmin Forerunner 570: Smartwatch dengan Teknologi Canggih & Lengkap!

Fitur Diving
Huawei benar-benar serius menjadikan Watch Ultimate 2 sebagai diving watch. Perangkat ini memiliki sertifikasi 20 ATM (hingga 150 meter) serta standar profesional seperti ISO 22810 dan EN 13319, yang biasanya digunakan pada dive computer. Tak heran, jika Huawei Watch Ultimate 2 jadi andalan untuk diving.
Fitur paling unik adalah komunikasi bawah air berbasis sonar. Dengan teknologi ini, dua pengguna Watch Ultimate 2 bisa saling mengirim pesan preset hingga kedalaman tertentu. Bahkan tersedia fitur SOS untuk kondisi darurat. Fitur tersebut adalah inovasi yang jarang, bahkan hampir tidak ada di smartwatch lain.
Performa & Tracking
Untuk aktivitas outdoor, Huawei menyematkan dual-band GNSS dengan dukungan lima sistem satelit yaitu GPS, GLONASS, Galileo, BeiDou, dan QZSS. Teknologi Sunflower positioning terbaru meningkatkan akurasi tracking, bahkan di area sulit seperti hutan atau perkotaan padat.
Smartwatch ini juga mendukung lebih dari 100 mode olahraga, termasuk golf, ekspedisi, hiking, hingga diving. Mode ekspedisi memungkinkan pengguna menandai waypoint, menggunakan offline map, dan melakukan navigasi ulang. Semua ini menjadikannya salah satu smartwatch paling lengkap untuk aktivitas outdoor.
Fitur Kesehatan
Huawei menghadirkan sistem TruSense dengan kombinasi berbagai sensor untuk meningkatkan akurasi data kesehatan. Salah satu fitur baru yang menarik untuk dibahas lebih detail adalah X-TAP sensor di sisi jam. Fitur ini memungkinkan pengukuran dengan cepat hanya dengan sentuhan jari.
Dalam satu kali scan, pengguna bisa mendapatkan data seperti ECG, HRV, SpO2, stress level, hingga arterial stiffness. Selain itu, smartwatch ini juga mendukung sleep tracking, emotional wellbeing, hingga deteksi gangguan pernapasan saat tidur. Semua data terintegrasi dalam Huawei Health app.
Baca Juga: Spesifikasi JETE Volt: Smartwatch GPS dengan Desain Maskulin!

Software & Smart Features
Watch Ultimate 2 berjalan di HarmonyOS, yang menawarkan tampilan smooth dan responsif. Pengguna bisa menerima notifikasi, menjawab pesan, hingga melakukan panggilan melalui eSIM tanpa perlu smartphone. Namun, kelemahan utama ada pada ekosistem aplikasi yang masih terbatas dibandingkan Apple Watch atau Wear OS.
Baterai
Huawei menyematkan baterai besar 867 mAh dengan teknologi high-silicon, yang jauh lebih besar. Dalam penggunaan normal, baterai bisa bertahan sekitar 4.5 hari, dan hingga 11 hari dalam mode hemat. Dengan penggunaan berat seperti GPS, health tracking, dan always-on display, pengguna tetap bisa mendapatkan sekitar 3-5 hari pemakaian. Pengisian daya juga cukup cepat, sekitar 60-90 menit hingga penuh.
Harga & Ketersediaan
Harga HUAWEI WATCH Ultimate 2 di Indonesia hadir dalam dua pilihan warna dengan banderol yang berbeda. Varian Blue dibanderol Rp14.999.000 dari harga normal Rp15.999.000, sehingga pengguna mendapatkan potongan sebesar Rp1.000.000. Sementara itu, varian Black hadir dengan harga lebih terjangkau yaitu Rp12.999.000 atau sekitar Rp1.083.250 per bulan jika menggunakan cicilan.
Menariknya, kedua varian ini juga sudah dilengkapi berbagai hadiah gratis seperti HUAWEI FreeBuds 6, perlindungan tambahan berupa extended warranty selama 1 tahun serta perlindungan accidental damage selama 2 tahun, dan membership Huawei Health+ selama 3 bulan.
Perbandingan dengan Kompetitor
Dibanding kompetitor seperti Apple Watch Ultra atau Samsung Galaxy Watch Ultra, Huawei Watch Ultimate 2 menawarkan daya tahan baterai yang lebih lama, desain premium dengan material tangguh, serta fitur outdoor yang lebih lengkap. Jam ini dirancang untuk pengguna aktif yang butuh perangkat andal tanpa sering mengisi daya, sekaligus tetap tampil elegan di berbagai situasi. Berikut kelebihannya:
- Material premium (zirconium + sapphire)
- Diving hingga 150m (lebih tinggi dari kompetitor)
- Fitur sonar underwater communication
- Baterai lebih tahan lama
Namun, kekurangannya terletak pada:
- Ekosistem aplikasi terbatas
- Fitur smart (apps, payment) kalah dari Apple & Google
- Ukuran besar kurang nyaman untuk semua pengguna
Baca Juga: Spesifikasi Smartwatch JETE AM2, Fitur yang Lengkap dengan Harga Terjangkau!

Penutup
Huawei Watch Ultimate 2 adalah smartwatch yang dibuat dengan ambisi besar. Alih-alih menyasar semua pengguna, perangkat ini fokus menjadi yang terbaik di kategori adventure dan diving. Dengan fitur khusus dan desain yang dirancang untuk kondisi ekstrem, jam ini hadir sebagai pilihan serius bagi Anda yang aktif di alam terbuka dan membutuhkan perangkat yang benar-benar andal.
Dengan build premium, fitur ekstrem, dan teknologi inovatif seperti komunikasi bawah air, smartwatch ini sangat cocok untuk pengguna profesional atau pecinta aktivitas outdoor. Namun, bagi pengguna kasual, fitur-fitur tersebut mungkin terasa berlebihan dibanding kebutuhan sehari-hari.
