sc: JETE
sc: dokumentasi Iqbaal Lebaran

Profil Iqbaal Lebaran: Pelari Konten yang Jadi Pacer Borobudur Marathon

by Editor Jadwal Lari  - July 24, 2026

sc: dokumentasi Iqbaal Lebaran

Setiap pelari punya alasan untuk mulai, tantangan untuk dihadapi, dan cerita yang dibawa sepanjang perjalanan. Profil Iqbaal Lebaran menjadi salah satu contoh bagaimana lari dapat berkembang dari aktivitas pribadi menjadi sarana untuk terhubung dengan banyak orang.

Melalui  tagline ‘Lari, Rekam, Posting!’, ia mengajak pelari untuk tidak malu membagikan prosesnya. Berapa pun jarak dan pace yang dicapai, setiap langkah tetap memiliki makna dan berpotensi menginspirasi orang lain.

Awal Perjalanan di Dunia Lari

Profil Iqbaal Lebaran - Awal Perjalanan di Dunia Lari
sc: dokumentasi Iqbaal Lebaran

Iqbaal mulai mengenal lari sekitar tahun 2016 ketika masih kuliah. Sejak dulu ia memang menyukai olahraga dan sempat mencoba sepak bola serta futsal. Namun, lari terasa paling sesuai dengan karakternya karena bisa dilakukan kapan saja tanpa harus menunggu orang lain atau menyesuaikan banyak jadwal.

Race pertamanya adalah Merapi Ultra Marathon kategori 5K di Kaliurang, Sleman. Dari sana, ia mulai merasakan atmosfer event lari dan keseruan bergerak bersama orang-orang dengan semangat serupa. Lari yang awalnya hanya menjadi aktivitas olahraga perlahan berubah menjadi bagian dari gaya hidup.

Motivasi Iqbaal kemudian berkembang. Ia menyukai olahraga endurance karena memberikan kesempatan untuk melatih konsistensi dan melihat kemajuan dari waktu ke waktu. Dalam perjalanannya, ia juga banyak belajar dari pelari Indonesia seperti Agus Prayogo, Robi Syianturi, Rahmad Setiabudi, Coach Dodit, dan Akhmad Nizar.

Baca juga: 7 Tips Memilih Event Lari yang Sesuai, Jangan Asal Daftar!

Konsisten Berlatih di Tengah Kesibukan Kerja

Profil Iqbaal Lebaran - Konsisten Berlatih
sc: dokumentasi Iqbaal Lebaran

Sebagai karyawan swasta, Iqbaal tak lupa hampir setiap hari berlatih sebelum berangkat kerja. Long run biasanya dimulai sekitar pukul 05.00 pagi, sedangkan easy run, tempo run, dan interval dilakukan sekitar pukul 06.00. Dalam seminggu, ia berlatih sekitar enam kali dan menyediakan satu hari untuk recovery.

Untuk program latihannya, ia sesuaikan dengan target yang sedang dikejar. Saat ingin mencapai 5K di bawah 20 menit atau half marathon di bawah 1 jam 40 menit, misalnya, volume dan intensitas latihan perlu dibuat berbeda.

Meski ia tidak didampingi oleh coach secara rutin. Ia menyusun program latihan tersebut dengan mengambil dari jurnal olahraga, video edukasi, berdiskusi dengan pelari yang lebih berpengalaman, serta menggunakan AI untuk membantu memahami konsep latihan. Meski demikian, ia tetap menganggap pendampingan coach sebagai pilihan ideal karena kebutuhan setiap pelari berbeda.

Persiapan race juga tidak hanya soal menambah kilometer. Ia menjaga istirahat, nutrisi, dan latihan kekuatan untuk mendukung performa sekaligus mengurangi risiko cedera. Ketika rasa malas muncul, ia tidak menunggu motivasi datang. Ia memilih tetap bangun, memakai sepatu, lalu keluar rumah. Menurutnya, rasa malas biasanya berkurang setelah tubuh mulai bergerak.

Baca juga: Program Latihan Lari Efektif: Panduan Lengkap untuk Semua Level

Pengalaman Jadi Pacer di Borobudur Marathon

Profil Iqbaal Lebaran - Pengalaman Jadi Pacer di Borobudur Marathon
sc: dokumentasi Iqbaal Lebaran

Event Borobudur Marathon menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam perjalanan Iqbaal. Ia dipercaya menjadi official pacer selama dua tahun berturut-turut. Pada 2024, ia dipercaya  sebagai pacer full marathon dengan target finish di bawah 5 jam 30 menit. Setahun berikutnya, ia kembali dipercaya menerima mandat tersebut di kategori full marathon dengan target catatan waktu di bawah 4 jam 30 menit.

Baginya, menjadi seorang pacer di event lari bergengsi bukan hanya soal menjaga kecepatan. Lebih dari itu, juga ada tanggung jawab untuk mempertahankan ritme, mengontrol waktu, dan membantu pelari lain tetap berada di jalur target hingga garis finish. Kepercayaan tersebut menjadi pencapaian yang sangat membanggakan sekaligus mendorongnya untuk terus berkembang.

Perjalanannya tentu tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah membatalkan keikutsertaan dalam sebuah race karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan, meskipun persiapan sudah dilakukan cukup lama. Dari pengalaman itu, ia belajar bahwa tubuh harus tetap menjadi prioritas. Ia memilih menerima keadaan, memulihkan diri, lalu kembali berlatih secara bertahap. Baginya, kehilangan satu race tidak berarti perjalanan sebagai pelari ikut berhenti.

Baca juga: Review Mandiri Jogja Marathon: Worth It Buat Dicoba?

Lari, Rekam, Posting!

Profil Iqbaal Lebaran - Lari, Rekam, Posting!
sc: dokumentasi Iqbaal Lebaran

Kebiasaan membuat konten sebenarnya sudah dilakukan Iqbaal sejak SMA. Ketika mulai serius berlari, ia memutuskan untuk merekam latihan, race, dan berbagai pengalamannya di dunia lari. Sekitar tahun 2023, ia mulai lebih aktif membagikan konten hingga dikenal sebagai pelari konten.

Dari situlah kemudian lahir tagline “Lari, Rekam, Posting!” Bagi Iqbaal, kalimat itu bukan sekadar slogan. Ia ingin berlari, merekam perjalanannya, lalu membagikannya agar dapat menjadi koleksi dan kenang-kenangan kelak bagi dirinya, sekaligus motivasi bagi orang lain. 

Baginya keberhasilan motivasi itu bukan hanya jumlah penonton atau likes dari setiap konten yang ia buat. Namun lebih kepada satu orang yang mulai berolahraga setelah melihat kontennya, hal itu sudah terasa berarti.

Iqbaal melihat peranan komunitas juga penting dalam dunia lari. Ia tidak terpaku hanya terpaku pada satu komunitas saja dan lebih memilih berlatih dengan banyak komunitas seperti Jember Runners, Slow Pace Society, Batu Jubang Trail Runner, Pace Sweat Culture, serta Pistipis Routine. Dari berbagai komunitas tersebut, ia memperoleh teman baru, partner latihan, pengetahuan, dan ruang untuk tumbuh bersama.

Ia melihat dunia lari di Indonesia, termasuk Jember, berkembang pesat. Event dan komunitas baru terus bermunculan, sementara masyarakat semakin akrab dengan gaya hidup aktif. Ekosistem pendukungnya pun ikut tumbuh, termasuk kehadiran fotografer di rute latihan yang membuat pengalaman lari semakin menarik untuk didokumentasikan.

Baca juga: Komunitas Lari Pace Sweat Culture: Estafet 100K untuk Misi Kemanusiaan

Punya Cita-Cita Lari Keliling Dunia

Profil Iqbaal Lebaran - Keliling Dunia
sc: dokumentasi Iqbaal Lebaran

Dibalik prestasi dan latihan kerasnya, Iqbaal juga menyimpan mimpi besar. Di mana mimpi tersebut ia pajang di media sosialnya yakni ‘Cita-Cita lari Keliling Dunia’. Ia ingin mengikuti race di berbagai negara dan suatu hari menyelesaikan rangkaian World Marathon Majors. Baginya, perlombaan di luar negeri bukan hanya tentang waktu finis, tetapi juga kesempatan mengenal budaya, bertemu pelari dari berbagai negara, dan membawa pulang cerita baru.

Meski mimpi itu mungkin bagi sebagian orang terdengar ambisius, Iqbaal menilai semua bisa saja terjadi asal ada niat dan tekad yang kuat. Sama halnya seperti pertama kali ia memulai lari yakni dengan dorongan sederhana, yakni mulai saja dulu. Tak perlu terlalu memikirkan pace, jarak, outfit, atau membandingkan diri dengan orang lain. Perlengkapan terbaik juga bukan syarat untuk mengambil langkah pertama. Hal yang lebih penting adalah berani bergerak dan menjaga konsistensi.

Lebih jauh lagi, Iqbaal berpandangan bahwa lari bukan semata tentang siapa yang paling cepat mencapai garis finis. Nilainya terletak pada kemauan untuk terus berjalan meskipun proses tidak selalu mudah. Perpaduan antara lari, konten, komunitas, dan kecintaannya pada musik punk membuat perjalanan Iqbaal Lebaran memiliki cerita yang khas di setiap langkahnya.

Kalau kamu ingin tahu lebih dekat dengan Iqbaal Lebaran, langsung saja kepoin di Instagramnya @iqbaal.lebaran.

 

Beli Tiket JETE RUN 2026 Lewat BRImo, Ada Diskon Langsung Rp25 Ribu
Pengertian ITRA di Trail Running, Semua yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Race

Artikel Lainnya Seputar Lari

July 23, 2026