sc: GPT Image AI Generator

Komunitas Lari Rebyek: Punya Kebiasaan Unik Setelah Race

by Editor Jadwal Lari  - August 27, 2025

Nama yang unik memang jadi penanda agar selalu diingat oleh banyak orang. Rupanya itu pula yang dialami oleh komunitas lari Rebyek. Kebiasaan-kebiasaan yang sering mereka lakukan sebelum race jadi inspirasi nama komunitas dan membuatnya semakin dikenal di tanah air. Yuk, simak perjalanan komunitas lari asal Surabaya ini!

Selalu Merepotkan Objek

Komunitas Lari Rebyek (1)

Komunitas lari Rebyek terbentuk atas dasar kecintaan para anggotanya pada olahraga lari. Awal mulanya, mereka sering berkumpul di acara lari di sekitaran Surabaya. Hingga pada akhirnya membentuk komunitas dengan nama Rebyek yang merupakan kependekan dari “Merepotkan Objek” di tanggal 10 Oktober 2017.

Penamaan tersebut bukanlah tanpa alasan, mengingat para anggotanya saling merepotkan satu sama lain. Khususnya repot dengan barang bawaan masing-masing saat persiapan race. Adapun untuk base komunitas biasanya mereka berkumpul di Coffee Toffee Taman Apsari – Surabaya.

Baca juga: Komunitas Lari WeeRUN: Kejar Event Lari Marathon Sampai Luar Negeri

Usung Jargon Wani Drama

Seperti komunitas pada umumnya, Rebyek juga memiliki jargon, yakni ‘Wani Drama dimana’jargon ini juga melekat di nama Instagram mereka. Jika diterjemahkan secara harfiah artinya adalah berani drama. Namun, mereka punya pandangan sendiri dengan jargon tersebut. Yakni tetapi berani dalam race apapun.

Ungkapan itu pun bukanlah isapan jempol belaka, melainkan sebuah motivasi untuk terus berprestasi. Tercatat Rebyek telah menorehkan prestasi dan aktif mengikuti event lari besar di tanah air hingga tingkat internasional. Mulai dari MayBank Marathon, Borobudur Marathon, Bank Jateng Friendship Run, dan Berlin Marathon. Begitu pun dengan kategori yang diikuti, tak hanya 5K dan 10K, tetapi juga di kategori lain seperti Half Marathon, Full Marathon, hingga Ultra dengan jarak sekitar 150K di event Charity Run to Care setiap tahunnya.

Baca juga: Kenal Lebih Dekat dengan KDRT.SUB, Komunitas Lari di Surabaya

Punya Kebiasaan Unik Setelah Race

Ada hal yang menarik dari komunitas lari Rebyek yang mungkin sangatlah berbeda dengan lainnya. Salah satunya adalah kebiasaan menyantap rujak (rujakan) bersama. Terutama saat mereka berkumpul atau setelah melakukan race. Hal itu juga sebagai sarana menjaga keakraban dan kehangatan dalam komunitas.

Sampai saat ini tercatat ada lebih dari 500 anggota yang tersebar di luar kota selain Surabaya seperti Semarang, Malang, Sidoarjo, Jakarta dan kota lainnya. Oleh karena itulah mereka tidak memiliki jadwal latihan yang tetap. Meski begitu, koordinasi adalah kunci. Anggota komunitas memanfaatkan grup WhatsApp untuk berkomunikasi. Mulai dari menentukan kapan jadwal berkumpul sekali sebulan di hari Minggu, lokasi, hingga titik kumpul sebelum race. Biasanya, dalam pertemuan itu juga hadir komunitas lari lainnya. Mereka menganggap komunitas sebagai keluarga dan semuanya fun.

Baca juga: Komunitas Lari Gercep Runners: Lari Bareng, Tumbuh Bareng

Terbuka untuk Siapa Saja

Komunitas Lari Rebyek (4)

Komunitas lari Rebyek tidak menutup diri terhadap siapa saja yang ingin bergabung dengan komunitas. Intinya semua bisa masuk asalkan memiliki kecintaan terhadap olahraga lari. Caranya adalah dengan mengirim pesan langsung atau DM Instagram @rebyek_wanidrama. Admin komunitas pun akan membalas pesan yang dikirim dan ikuti langkah-langkah selanjutnya. 

Rebyek pun mengedepankan kekeluargaan, walaupun tidak mengenal satu sama lain namun memiliki tujuan yang sama yakni hidup sehat dengan berlari. Tak hanya itu saja, mereka pun juga sering mengadakan acara gathering bareng bersama komunitas lari lainnya. Bagi mereka, adanya komunitas lain bukanlah masalah, justru saling support dan saling membantu ketika diperlukan.

Komunitas Jadwal Lari

Gerakan Pendinginan Setelah Lari untuk Pulihkan Tubuh Lebih Cepat
7 Tempat Massage di Jogja yang Harus Kamu Coba Selesai Race!

Artikel Lainnya Seputar Lari

April 28, 2026

April 27, 2026