Kaos kaki adalah salah satu perlengkapan paling sederhana, tapi punya peran sangat penting dalam aktivitas sehari-hari, apalagi kalau kamu rutin lari. Kaos kaki yang sering dipakai untuk latihan, jogging, atau sekadar dipakai seharian, tentu rentan mengeluarkan bau tidak sedap. Agar tetap terjaga, perlu untuk mengetahui cara mencuci kaos kaki agar tidak bau.
Bau biasanya berasal dari keringat yang bercampur dengan bakteri yang menempel pada serat kain. Kalau hal ini dibiarkan, performa lari bisa terganggu, dan kenyamanan ikut berkurang. Nah, karena itu penting sekali untuk merawat kaos kaki dengan benar agar tetap nyaman dipakai, tidak melar, tidak bau, dan pastinya tetap awet. Yuk, simak penjelasannya!
Penyebab Kaos Kaki Bau

Masalah bau pada kaos kaki sering dianggap sepele, padahal bagi pelari, kebersihan kaki dan kaos kaki sangat berpengaruh pada kenyamanan selama berlatih. Terutama jika kamu sering memakai kaos kaki setiap hari ke kantor, kuliah, hingga olahraga lari. Aroma tidak sedap yang muncul biasanya dipicu oleh beberapa faktor berikut.
1. Keringat Berlebih
Keringat adalah penyebab utama bau pada kaos kaki. Kaki merupakan bagian tubuh yang memiliki banyak kelenjar keringat. Saat berlari di suhu panas atau melakukan latihan intens, kaki akan berkeringat lebih banyak. Jika keringat tersebut tidak terserap dengan baik, bakteri akan berkembang biak dengan cepat di serat kaos kaki. Inilah awal mula bau tidak sedap.
2. Kualitas Kaos Kaki
Idealnya, kaos kaki olahraga terbuat dari bahan yang mampu menyerap keringat, memiliki ventilasi, dan ringan. Namun, jika bahannya terlalu tipis, tebal, atau tidak memiliki kemampuan menyerap keringat dengan baik, justru membuat kaki cepat lembap dan mudah bau. Pelari biasanya disarankan memakai kaos kaki berbahan katun, bamboo fabric, atau bahan yang bersifat breathable dan antimikroba.
3. Kebiasaan Pemakaian
Kebiasaan memakai kaos kaki terlalu lama adalah salah satu faktor yang kerap disepelekan. Jika kamu berlari di pagi hari lalu masih menggunakan kaos kaki yang sama hingga sore atau malam, tentu bakteri akan berkembang dengan cepat. Kaos kaki yang jarang diganti juga menyebabkan aroma tidak sedap makin parah.
4. Kebersihan Kaos Kaki
Kebersihan adalah kunci utama. Kaos kaki yang kotor, lembap, dan tidak dicuci dengan benar akan menjadi sarang bakteri dan jamur. Jika tidak dicuci hingga bersih atau tidak dijemur sampai benar-benar kering, kaos kaki akan menghasilkan bau yang semakin sulit dihilangkan. Hal ini sering terjadi pada pelari yang menjemur kaos kaki di ruangan tertutup.
5. Sepatu yang Kotor
Tidak hanya kaos kaki, sepatu yang kotor juga menjadi penyebab bau membandel. Sepatu lari yang sering dipakai akan menyimpan keringat dan kelembapan. Jika jarang dibersihkan, bakteri akan berkembang biak dan baunya akan menempel pada kaos kaki. Mau sebersih apa pun kaos kakimu, kalau sepatunya kotor, hasilnya tetap bau.
Baca Juga: 7+ Cara Konsisten Lari, dari Niat Sampai Jadi Rutinitas

Cara Mencuci Kaos Kaki Agar Tidak Bau dan Tidak Melar
Mencuci kaos kaki mungkin terlihat sederhana, tetapi ada teknik khusus yang perlu kamu perhatikan agar bahannya tidak cepat melar, rusak, atau menghasilkan bau tak sedap. Perawatan yang tepat juga membantu kaos kaki tetap nyaman dipakai untuk aktivitas harian maupun olahraga. Berikut beberapa cara yang bisa kamu terapkan.
1. Pilih Bahan Kaos Kaki yang Tepat
Sebelum mencuci, pastikan memakai kaos kaki dengan bahan yang memang dirancang untuk aktivitas fisik. Katun dan bamboo fabric adalah bahan yang paling direkomendasikan karena kemampuan menyerap keringat dan kelembutannya. Beberapa kaos kaki running juga dilengkapi teknologi antibakteri dan ventilasi yang baik.
2. Pisahkan Kaos Kaki dengan Pakaian Lainnya
Saat mencuci, pastikan memisahkan kaos kaki dari pakaian lain. Kaos kaki biasanya lebih kotor dibanding pakaian biasa apalagi jika sering dipakai untuk lari atau olahraga. Memisahkan kaos kaki juga mencegah pertukaran bau silang antara pakaian lain dan kaos kaki. Selain itu, pencucian terpisah membuat proses pembersihan lebih optimal.
3. Rendam dengan Air dan Deterjen
Merendam kaos kaki dengan air dan deterjen adalah salah satu cara mencuci kaos kaki agar tidak melar dan bau. Langkah ini sangat penting, terutama jika kaos kaki terkena kotoran berlebih atau noda tanah saat Anda lari trail. Kamu bisa gunakan air biasa (air dingin) dan hindari air panas karena dapat merusak serat kain, memudarkan warna, dan merusak teknologi material pada kaos kaki.
Setelah itu, rendam kaos kaki selama 10–15 menit agar kotoran lebih mudah terangkat dan bakteri bisa hilang. Proses ini membantu melonggarkan noda yang menempel, terutama setelah aktivitas berat seperti lari. Jika ingin hasil yang lebih maksimal, kamu bisa menambahkan sedikit baking soda atau cairan antiseptik ke dalam air rendaman. Dengan begitu, kaos kaki tetap bersih dan wangi.
Baca Juga: 9 Cara Menggunakan Foam Roller: Panduan Lengkap untuk Pemula sampai Atlet

4. Cuci Kaos Kaki dengan Air Dingin
Air dingin adalah pilihan terbaik untuk menjaga elastisitas kaos kaki. Air hangat atau panas tidak hanya membuat kaos kaki menyusut, tapi juga merusak bahan elastisnya sehingga cepat melar. Jika kamu mencuci menggunakan mesin cuci, gunakan mode delicate atau gentle. Kemudian, letakkan kaos kaki dalam laundry bag agar bentuknya tetap terjaga.
5. Keringkan Secara Alami
Setelah dicuci, keringkan kaos kaki di bawah sinar matahari atau angin alami. Hindari menggunakan mesin pengering karena suhu panas dapat merusak serat elastis, membuat kaos kaki cepat longgar, dan memperpendek umur pakainya. Mengeringkan dengan sinar matahari langsung juga membantu menghilangkan bakteri penyebab bau.
6. Jangan Menyetrika Kaos Kaki
Banyak orang menyetrika kaos kaki agar terlihat rapi, padahal panas dari setrika justru dapat merusak bahan elastis. Kaos kaki bisa menjadi lebih melar atau menyusut, dan ini akan sangat memengaruhi kenyamanan saat lari. Jadi, setelah kering, cukup lipat kaos kaki dan simpan dalam kondisi bersih.
7. Rendam Kaki dengan Air Garam
Selain mencuci kaos kaki, salah satu cara mencuci kaos kaki agar tidak bau yaitu dengan mengurangi bau kaki dengan merendamnya pakai air garam. Campurkan setengah cangkir garam ke dalam air hangat. Namun, hindari merendam kaki jika terdapat luka terbuka agar tidak memperparah kondisi kulit. Mengurangi bau kaki sama pentingnya dengan menjaga kaos kaki tetap bersih.
Baca Juga: Ini Manfaat Lari Bertelanjang Kaki bagi Kesehatan dan Juga Risikonya!

Penutup
Merawat kaos kaki bukan hanya tentang membuatnya tahan lama, tetapi juga tentang menjaga kenyamanan dan kesehatan kaki, terutama jika Anda rutin berlari. Dengan menerapkan cara mencuci kaos kaki agar tidak bau dan memilih bahan yang tepat, kamu bisa menghindari bau tidak sedap sekaligus menjaga elastisitas kaos kaki agar tetap nyaman digunakan.
Nah, sambil memastikan perlengkapan lari kamu tetap bersih dan nyaman dipakai, jangan lupa cek kabar terbaru event lari Indonesia di halaman Jadwal Lari. Bisa jadi ada race menarik yang cocok untuk menambah tantangan latihanmu bulan ini. Dengan mengikuti event-event tersebut, kamu juga bisa merasakan pengalaman lari yang lebih seru!
