Berlari kini bukan sekadar olahraga, tetapi juga menjadi cara untuk membangun kebersamaan dan gaya hidup yang lebih sehat. Semangat itulah yang diusung oleh komunitas lari Rundusta-Dusta (RNDST), lahir dan tumbuh di kota Berau, Kalimantan Timur, mereka terus aktif menyebarkan misi mengajak masyarakat untuk bergerak, berolahraga, dan tumbuh bersama melalui lari.
Nama Unik dengan Nilai Filosofis

RNDST resmi berdiri pada 5 November 2023. Komunitas ini berawal dari beberapa orang yang memiliki hobi lari dan melihat pentingnya menghadirkan wadah yang bisa mengajak lebih banyak masyarakat untuk hidup sehat melalui aktivitas yang positif.
Menurut Micky Muhammad, selaku Humas dan Bidang Promosi RNDST, komunitas ini lahir dari kegelisahan para anggotanya yang ingin menciptakan ruang berkumpul bagi masyarakat yang memiliki semangat yang sama dalam menjalani gaya hidup aktif.
Nama unik Rundusta-Dusta memiliki filosofi yang unik sekaligus mudah dipahami. Bagi para anggotanya, nama tersebut berarti “lari dari kedustaan” atau lebih sederhana lagi, lari dari rasa malas untuk bergerak. Filosofi tersebut menjadi pengingat bahwa langkah pertama menuju hidup sehat sering kali dimulai dengan keberanian melawan kemalasan dalam diri sendiri.
Menariknya lagi komunitas ini tidak memiliki sosok ketua atau kapten khusus secara formal. Semua anggota dianggap memiliki peran yang sama penting dalam menjaga keberlangsungan dan perkembangan komunitas. Semangat kolektif inilah yang membuatnya mampu tumbuh dengan suasana yang hangat, terbuka, dan penuh rasa kebersamaan.
Baca juga: BOTS Runner Samarinda: Punya Ribuan Anggota dari Berbagai Kalangan
Rutin Lari untuk Mempererat Anggota

Jumlah anggota komunitas RNDST bisa dibilang tidak sedikit. Tercatat sampai saat ini ada sekitar kurang lebih 100 anggota yang aktif. Di mana anggota tersebut terdiri dari berbagai kalangan, mengingat di komunitas ini memang terbuka untuk siapa saja yang ingin bergabung. Tentunya, tanpa syarat rumit maupun kontrak keanggotaan yang ribet.
Salah satu agenda rutin yang menjadi ciri khas komunitas adalah GIGS atau Lari Warga Wargi Pagi yang dilaksanakan setiap Minggu pagi, yang berkolaborasi dengan cafe Ruang Sapta dan lari bersama tiap malam Jum’at yang bertemakan “Run in Black”, Kegiatan ini menjadi momentum bagi anggota untuk berlari bersama sekaligus memperkenalkan budaya lari kepada masyarakat yang lebih luas. Untuk hari sabtu, mereka rutin melakukan sesi long run.
Meski belum memiliki program latihan khusus seperti speedwork atau persiapan race yang terstruktur, RNDST tetap aktif memberikan edukasi dasar kepada para anggotanya. Materi seperti teknik berlari yang benar, pentingnya pemanasan, hingga cara meminimalkan risiko cedera menjadi hal yang sering dibagikan dalam berbagai kesempatan.
Komunitas ini juga dikenal memiliki solidaritas dan kekompakannya yang cukup kuat. Di luar sesi latihan, anggota kerap mengadakan nongkrong santai untuk berdiskusi mengenai dunia lari, bertukar pengalaman mengikuti race, hingga saling memberikan motivasi agar tetap konsisten berolahraga.
Baca juga: Lari Saat Hujan: Aman atau Berisiko? Beberapa Hal Ini Perlu Kamu Ketahui
Aktif di Berbagai Event Lari

Selain aktif dalam kegiatan lari rutinan setiap minggunya, komunitas juga aktif berpartisipasi dan berkontribusi dalam berbagai event lari yang diselenggarakan di Berau maupun kota lainnya. Salah satu kontribusi terbesar mereka adalah keterlibatan dalam event Bupati Berau Independence Run sejak tahun 2024 lalu.
Kerennya lagi, komunitas pun berpartisipasi sekaligus kolaborasi dalam kegiatan bersama Yayasan COP yang berfokus pada kepedulian terhadap konservasi orangutan. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa olahraga lari dapat menjadi sarana untuk menyebarkan berbagai pesan positif kepada masyarakat.
Tak berhenti di situ saja, Micky juga menambahkan jika anggota RNDST aktif pula dalam event lari besar dan berskala nasional. Sebut saja seperti BTN Jakarta International Marathon, Maybank Marathon Bali, Makassar Half Marathon, dan berbagai ajang lari lainnya di Indonesia.
Sejumlah prestasi juga ditorehkan oleh komunitas ini. Salah satu anggota mereka ada yang berhasil Juara 3 di Berau Coal Run kategori mitra kerja dan Juara 1 kategori Umum Putri di event Scout Run 2026 bulan Mei di Berau. Selain itu, pengalaman yang paling berkesan bagi komunitas adalah ketika sekitar 20 anggota bersama-sama mengikuti Bayan Run di Balikpapan pada tahun 2025.
Baca juga: 7 Tips Memilih Event Lari yang Sesuai, Jangan Asal Daftar!
Wadah untuk Silaturahmi dan Sebarkan Semangat Lari

Bagi RNDST, komunitas lari menurutnya memiliki peran yang jauh lebih luas bukan hanya sekadar tempat berolahraga saja. Kehadirannya menjadi wadah untuk memperkenalkan budaya lari kepada masyarakat, memperluas jaringan pertemanan, sekaligus menciptakan ruang untuk saling berbagi pengalaman.
Melalui berbagai kegiatan yang dijalankan secara konsisten, komunitas ini berhasil menghadirkan lingkungan yang suportif bagi para pelari, baik yang baru memulai maupun yang sudah berpengalaman. Nilai kebersamaan yang dibangun menjadi salah satu alasan mengapa banyak anggota merasa nyaman untuk terus bertumbuh bersama di dalam komunitas.
Ke depan, komunitas berharap dapat terus menjadi wadah yang aktif menyuarakan gaya hidup sehat melalui olahraga lari. Mereka juga ingin melihat semakin banyak anggota yang berpartisipasi dalam event-event berskala besar serta semakin banyak masyarakat yang berani memulai kebiasaan hidup aktif.
Buat kamu yang suka lari dan tinggal di Berau dan sekitarnya, bisa langsung DM Instagram Rundusta-Dusta di @rundusta2 untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar komunitas ini dan kegiatannya.

