sc: GPT Image AI Generator

Pentingnya Cek Jantung dan Tes Darah Sebelum Mengikuti Marathon

by arf  - February 5, 2026

Marathon bukan hanya soal menaklukkan jarak 42,195 km, tapi juga tentang seberapa kuat tubuh kamu menghadapi tekanan fisik ekstrem. Banyak pelari fokus pada latihan dan kecepatan, tapi sering lupa bahwa kondisi tubuh dari dalam sama pentingnya.

Untuk memastikan lari tetap aman dan performa maksimal, mengenal kondisi tubuh lewat pemeriksaan medis, terutama cek jantung dan darah di Lab Parahita bisa jadi langkah krusial sebelum berdiri di garis start. Nah, berikut penjelasan lengkap tentang pentingnya cek jantung dan darah sebelum mengikuti marathon yang wajib Anda ketahui.

Mengapa Pelari Harus Cek Jantung Sebelum Marathon?

Tubuh sering tidak langsung memberi tanda saat ada masalah serius, terutama pada jantung dan metabolisme. Banyak kasus gangguan jantung pada pelari terjadi tanpa gejala sebelumnya, sehingga pemeriksaan medis menjadi cara paling aman untuk mengetahui risiko sejak awal.

Dengan data medis yang akurat, Anda tidak hanya “merasa fit”, tapi benar-benar mengetahui kondisi tubuh, sehingga bisa mengambil keputusan latihan dan lomba dengan lebih cerdas dan minim risiko. Karena, saat marathon, jantung bekerja ekstra keras memompa darah dan oksigen ke seluruh tubuh dalam waktu lama.

Beban ini bisa memicu gangguan irama jantung atau masalah kardiovaskular tersembunyi jika tidak terdeteksi. Pemeriksaan seperti EKG atau tes jantung saat aktivitas membantu memastikan jantung Anda mampu menghadapi intensitas lomba, terutama bagi pelari usia di atas 35 tahun atau yang memiliki riwayat keluarga penyakit jantung.

Selain itu, cek jantung dan darah juga membantu Anda mengidentifikasi faktor risiko lain seperti kolesterol tinggi atau tekanan darah tidak normal. Dengan mengetahui kondisi ini lebih awal, Anda bisa mengambil langkah pencegahan seperti mengatur pola makan, latihan yang tepat, dan perawatan medis jika diperlukan. Hal ini membuat Anda lebih siap dan percaya diri saat berada di garis start, sekaligus menjaga kesehatan jangka panjang.

Gold Coast Marathon (1)
sc: Gold Coast Marathon

Tes Darah Sebelum Marathon Juga Penting untuk Atlit

Sama seperti jantung, terkadang tubuh Anda mungkin terlihat fit, tapi tanpa pemeriksaan darah, kondisi internal tubuh bisa tersembunyi. Kekurangan nutrisi, kadar zat besi rendah, atau hormon yang tidak seimbang bisa memengaruhi energi, stamina, dan pemulihan, meski latihan sudah maksimal.

Dengan pemeriksaan darah, Anda bisa mengetahui kondisi tubuh secara objektif dan mengambil keputusan latihan yang lebih tepat. Tes darah olahraga membantu mendeteksi kekurangan nutrisi, mengidentifikasi tanda-tanda overtraining, serta memantau pemulihan otot dan metabolisme.

Misalnya, pemeriksaan kadar ferritin, hemoglobin, dan hematokrit memastikan darah Anda cukup membawa oksigen, sementara vitamin D dan omega-3 mendukung kesehatan tulang, otot, dan jantung. Tes hormon seperti kortisol dan insulin juga memberi gambaran stres dan regulasi energi tubuh, sehingga Anda bisa menyesuaikan latihan dan asupan makanan.

Selain meningkatkan performa, pemeriksaan darah membantu mencegah cedera dan kelelahan berlebih. Dengan memantau marker penting secara berkala, Anda bisa menyesuaikan intensitas latihan, mengoptimalkan pemulihan, dan menjaga stamina untuk lomba atau kompetisi.

Deteksi Dini Lebih Baik daripada Penyesalan

Cek jantung dan darah bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk melindungi Anda. Dengan hasil yang jelas, Anda bisa mengetahui apakah perlu menyesuaikan intensitas latihan atau justru aman untuk meningkatkan target performa.

Pemeriksaan ini memberi gambaran objektif tentang kondisi tubuh, sehingga keputusan latihan dan lomba bisa lebih cerdas dan minim risiko. Tes darah memberi informasi penting tentang kadar hemoglobin, zat besi, gula darah, elektrolit, serta tanda-tanda overtraining atau peradangan.

Semua faktor ini berpengaruh langsung pada stamina, fokus, dan kemampuan tubuh bertahan selama lomba. Dengan deteksi dini, masalah seperti cepat lelah, pusing, atau cedera karena overtraining bisa dicegah sebelum terjadi, menjaga performa tetap optimal.

Idealnya, medical check-up dilakukan beberapa bulan sebelum lomba agar ada waktu untuk memperbaiki kondisi tubuh melalui latihan, nutrisi, atau istirahat. Bagi pelari rutin, pemeriksaan berkala membantu memantau perkembangan kesehatan dan efektivitas program latihan.

Dengan mengenal tubuh melalui data medis yang akurat, Anda tidak hanya berlari dengan semangat, tetapi juga dengan kesadaran penuh akan kesehatan. Menjadikan setiap langkah menuju marathon lebih aman, cerdas, dan penuh prestasi!

Profil Eliud Kipchoge: Pernah Berhenti Sekolah hingga Jadi Ikon Marathon Dunia
Launching JETE OPENPACE, Dihadiri Komunitas Lari dan KOL Surabaya

Artikel Lainnya Seputar Lari

February 7, 2026

February 4, 2026