Review Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 memperlihatkan antusiasme besar dari para pelari yang datang ke Kota Pahlawan. Hampir 11.000 peserta turun dalam berbagai kategori pada Minggu, 4 Oktober 2026, dengan Balai Kota Surabaya menjadi pusat perlombaan.
Di tengah kemeriahan tersebut, kondisi cuaca menjadi perhatian utama. Suhu yang meningkat drastis membuat penyelenggara menghentikan kategori Full Marathon demi menjaga keselamatan peserta yang masih berada di lintasan.
11 Ribu Pelari Ramaikan Acara

Antusiasme terhadap Surabaya ISOPLUS Marathon terus menunjukkan tren positif. Jika pada 2025 jumlah peserta berada di kisaran 9.000 pelari, tahun ini jumlahnya meningkat menjadi hampir 11.000 peserta. Mereka tidak hanya datang dari Surabaya, tetapi juga berbagai kota di Indonesia hingga mancanegara.
Berdasarkan data penyelenggara, sekitar 61,11 persen peserta berasal dari Surabaya. Sementara itu, 38,89 persen lainnya datang dari luar kota. Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa Surabaya ISOPLUS Marathon perlahan berkembang dari sekadar lomba lari lokal menjadi salah satu tujuan race bagi pelari dari berbagai daerah.
Pilihan kategorinya pun sangat beragam. Full Marathon dilepas lebih dahulu pada pukul 04.00 WIB, disusul Half Marathon pukul 04.30 WIB, 10K pukul 05.00 WIB, dan 5K pukul 05.20 WIB. Sementara Kids Dash menjadi kategori yang mengakomodasi pelari anak.
Sebelum race day, penyelenggara juga membawa konsep Complete Running Experience. Peserta tidak hanya datang, mengambil race pack, kemudian berlari. Ada program persiapan 21 Weeks Training yang mencakup latihan fisik, edukasi nutrisi, panduan konsumsi makanan, hingga strategi hidrasi menjelang perlombaan.
Baca juga: Review JETE RUN 2026: City Run Rute Ikonik Surabaya hingga Pecahkan Rekor MURI
Susuri Jalanan dan Sudut Surabaya yang Ikonik

Berlari di jalan raya yang biasanya dipadati kendaraan menjadi salah satu pengalaman khas dari sebuah city marathon. Hal tersebut juga ditawarkan Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 dengan membawa peserta menyusuri sejumlah kawasan penting di Kota Pahlawan.
Balai Kota Surabaya menjadi pusat kegiatan sekaligus titik utama penyelenggaraan. Para peserta kemudian diajak melewati sejumlah kawasan seperti Jalan Pemuda, Gubernur Suryo, Dharmawangsa, Mayjen Sungkono, Pahlawan, Gemblongan, hingga Kramat Gantung. Pada pagi hari ketika kendaraan dibatasi, ruas jalan yang sehari hari dipadati aktivitas warga berubah menjadi lintasan bagi ribuan pelari.
Nuansa Surabaya juga tidak hanya datang dari bangunan dan jalan yang dilewati. Di beberapa titik, warga memberikan dukungan kepada peserta dengan menghadirkan cheering squad hingga kesenian tradisional seperti Reog Ponorogo. Atmosfer semacam ini menjadi bagian penting dari pengalaman mengikuti sebuah city marathon.
Bagi pelari dari luar daerah, pengalaman seperti ini menjadi salah satu daya tarik utama mengikuti race di Surabaya. Mereka tidak hanya mengejar waktu finish, tetapi sekaligus melihat kota dari sudut pandang berbeda ketika jalanan dibuka khusus untuk ribuan pelari.
Pengalaman peserta juga tidak berakhir setelah melewati garis finish. Area race village menghadirkan pertunjukan musik, booth sponsor, kuliner, dan berbagai aktivitas yang bisa dinikmati bersama keluarga maupun komunitas. Format tersebut membuat suasana lomba lebih menyerupai festival olahraga dibandingkan sekadar kompetisi lari.
Baca juga: Review Le Minerale Surabaya Marathon 2026 & Daftar Pemenangnya
Cuaca Panas Ekstem, Full Marathon Dihentikan

Salah satu momen yang paling banyak menjadi perhatian dalam Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 terjadi pada kategori Full Marathon. Penyelenggara memutuskan menghentikan lomba setelah kondisi cuaca dinilai tidak lagi aman bagi peserta.
Pemantauan dilakukan menggunakan indikator Wet Bulb Globe Temperature atau WBGT. Saat Full Marathon dimulai pada pukul 04.00 WIB, suhu tercatat sekitar 26,1° Celsius dengan kelembapan mencapai 86,6 persen.
Kondisi tersebut berubah cukup drastis beberapa jam kemudian. Sekitar pukul 08.25 WIB, indikator WBGT menunjukkan angka 33° hingga 36° Celsius. Dalam waktu kurang dari 10 menit, angka tersebut kemudian meningkat ke kisaran 42° hingga 44° Celsius dan bahkan sempat mencapai 48° Celsius.
Race Director ISOPLUS Run Series 2026 Safrita Aryana kemudian berkoordinasi dengan Running Doctors dan tim medis sebelum mengambil keputusan menghentikan perlombaan. Pertimbangan utamanya adalah keselamatan peserta yang masih berada di lintasan.
Pelari yang masih ingin meneruskan perjalanan menuju garis finish diperbolehkan melanjutkan dengan berjalan kaki, bukan berlari. Water station juga tetap beroperasi untuk membantu peserta menjaga kondisi tubuh. Mereka yang terdampak penghentian lomba tetap mendapatkan medali dan jaket finisher.
Dalam konteks keselamatan, keputusan menghentikan race menjadi langkah tepat dan bisa dipahami. Sebab gelaran marathon bukan sekadar persoalan mengejar personal best atau finish sesuai target saja. Ketika kondisi di lintasan sudah dinilai berisiko, keselamatan peserta tetap harus ditempatkan sebagai prioritas.
Meski kategori Full Marathon akhirnya dihentikan, sejumlah pelari telah menyelesaikan perlombaan lebih dahulu. Imanuel Hutasoit menjadi juara Full Marathon putra dengan waktu 2 jam 34 menit 19 detik. Sementara kategori putri dimenangi Inarotul Carifah dengan catatan 3 jam 34 menit 19 detik.
Baca juga: 7 Tips Memilih Event Lari yang Sesuai, Jangan Asal Daftar!
Dorong Ekonomi Lokal Surabaya

Besarnya skala Surabaya ISOPLUS Marathon membuat dampaknya terasa di berbagai sektor ekonomi. Kehadiran ribuan pelari dari luar daerah turut menggerakkan sektor hotel, transportasi, kuliner, pariwisata, hingga UMKM di Surabaya.
Catatan kajian dari Lembaga Penelitian Ekonomi dan Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, menyebutkan bahwa perputaran ekonomi dari penyelenggaraan event tersebut mencapai Rp74,78 miliar selama tiga hari. Dengan kata lain, event ini memberikan dampak kontribusi sekitar Rp41 miliar terhadap Produk Domestik Regional Bruto Kota Surabaya. Tingkat okupansi hotel selama periode penyelenggaraan juga dilaporkan berada di kisaran 80-90 persen.
Data penyelenggara yang menunjukkan sekitar 39 persen peserta berasal dari luar kota juga memperkuat posisi Surabaya ISOPLUS Marathon sebagai bagian dari sport tourism. Semakin banyak peserta yang datang dari daerah lain, semakin besar pula potensi perputaran ekonomi yang ikut tercipta.
Dari sisi kota, event seperti ini juga menjadi cara memperkenalkan Surabaya melalui pengalaman langsung. Peserta datang untuk berlari, tetapi pada saat bersamaan mereka menginap, makan, menggunakan transportasi, hingga mengunjungi berbagai tempat selama berada di Kota Pahlawan.
Baca juga: 7 Daftar Event Lari Terbesar di Indonesia, Pernah Ikut yang Mana?
Apakah Surabaya ISOPLUS Marathon Worth It Diikuti?

Melihat penyelenggaraan tahun ini, Surabaya ISOPLUS Marathon tetap memiliki banyak alasan untuk masuk dalam daftar race yang layak dipertimbangkan. Kategori yang lengkap membuat event ini cukup fleksibel untuk berbagai level pelari. Peserta bisa memilih 5K atau 10K untuk mencari pengalaman race yang lebih ringan, Half Marathon untuk tantangan yang lebih serius, hingga Full Marathon bagi mereka yang telah menjalani persiapan panjang.
Daya tarik lainnya datang dari atmosfer perlombaan. Menyusuri jalanan utama Surabaya bersama ribuan peserta, mendapat dukungan masyarakat di sepanjang lintasan, hingga menikmati suasana race village setelah finish memberikan pengalaman yang tidak selalu didapatkan dari event lari berukuran lebih kecil.
Konsep pendampingan sebelum perlombaan juga menjadi kelebihan tersendiri. Program latihan, edukasi nutrisi, dan hidrasi membuat peserta tidak hanya membeli slot lomba, tetapi juga diajak mempersiapkan diri sejak jauh hari.
Namun, penyelenggaraan di tahun 2026 juga memberikan catatan penting terkait kondisi cuaca Surabaya. Pelari, terutama yang memilih Half Marathon dan Full Marathon, perlu benar benar memperhitungkan kemampuan tubuh menghadapi panas. Strategi pace, hidrasi, pemilihan apparel, hingga latihan adaptasi cuaca sebaiknya menjadi bagian dari persiapan.
Secara keseluruhan, Surabaya ISOPLUS Marathon menawarkan kombinasi antara atmosfer city race, skala peserta besar, pengalaman berlari di tengah Kota Pahlawan, serta rangkaian kegiatan yang cukup lengkap. Bagi pelari yang menyukai event dengan suasana ramai dan pengalaman race berkesan, ajang ini masih layak masuk dalam wishlist event di tahun depan.
