sc: GPT Image AI Generator

Pelari Maraton Tercepat di Dunia dan Evolusi Kecepatan Manusia

by Ninil Rima  - January 29, 2026

Maraton selalu menjadi simbol batas kemampuan manusia, di mana jarak 42,195 kilometer bukan sekadar angka, melainkan ujian fisik, mental, dan disiplin tingkat tertinggi. Dalam beberapa dekade terakhir, dunia lari menyaksikan percepatan luar biasa hingga rekor yang dulu dianggap mustahil kini berhasil dipecahkan oleh atlet-atlet fenomenal. Siapa saja pelari maraton tercepat di dunia? Ini daftar lengkapnya!

Syarat Rekor Dunia Maraton

Tidak semua catatan waktu maraton bisa diakui sebagai rekor dunia. World Athletics menetapkan sejumlah ketentuan agar sebuah lomba dianggap sah, mulai dari status lomba yang terbuka untuk umum, jarak yang terukur secara resmi, hingga rute yang tidak terlalu menurun dan tidak bersifat point to point dengan jarak start dan finis yang terlalu jauh.

Aturan ini dibuat untuk memastikan setiap rekor tercipta dalam kondisi yang adil dan dapat dibandingkan secara objektif. Karena standar tersebut, lari Eliud Kipchoge yang menembus dua jam pada 2019 tidak masuk dalam daftar rekor dunia resmi.

Meski begitu, pencapaian itu tetap dikenang sebagai momen bersejarah karena membuktikan bahwa batas dua jam bukan hal mustahil bagi manusia. Dari sini, rekor dunia maraton bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang konsistensi atlet, kesiapan fisik, dan performa terbaik yang ditunjukkan dalam kompetisi yang setara.

Baca juga: Kuasai 5 Teknik Lari Maraton Ini Biar Finish Strong!

Pelari Maraton Tercepat di Dunia

Pelari Maraton Tercepat Kelvin Kiptum
sc: brightspot

Berikut adalah daftar pelari maraton tercepat di dunia yang mencatatkan waktu terbaik di lintasan resmi. Nama-nama ini bukan hanya mencerminkan kecepatan luar biasa, tetapi juga konsistensi, strategi, dan kemampuan menembus batas performa manusia dalam kompetisi maraton kelas dunia.

1. Eliud Kipchoge dan Konsistensinya

Eliud Kipchoge menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah maraton modern. Lahir di Kenya pada 1984, ia mengawali karier sebagai pelari 5.000 meter sebelum memutuskan beralih ke maraton, sebuah langkah yang kemudian mengubah arah olahraga lari jarak jauh. Keputusan tersebut membawanya ke level tertinggi dan menempatkan namanya sebagai tolok ukur performa maraton dunia.

Puncak dominasinya terlihat di Berlin Marathon 2018 saat ia mencatat rekor dunia 2 jam 1 menit 39 detik, lalu kembali melampaui batas itu pada Berlin Marathon 2022 dengan waktu 2 jam 1 menit 9 detik. Di luar ajang maraton, Kipchoge juga membuktikan kelasnya lewat dua medali emas Olimpiade pada 2016 dan 2020, menegaskan konsistensinya di panggung terbesar olahraga dunia.

Keistimewaan Kipchoge tidak hanya terletak pada kecepatan, tetapi pada stabilitas performa yang jarang tertandingi. Dari banyak maraton yang diikutinya, sebagian besar berakhir dengan kemenangan. Ia dikenal dengan filosofi hidup yang disiplin, tenang, dan fokus pada proses. Latihannya sederhana namun terencana, dengan penekanan kuat pada ketahanan mental dan konsistensi, bukan semata-mata pada teknologi atau inovasi perlengkapan.

2.  Kelvin Kiptum Pencetak Rekor Dunia Generasi Baru

Kelvin Kiptum hadir sebagai fenomena baru yang mengguncang dunia maraton. Lahir dan dibesarkan di Rift Valley, Kenya, ia menapaki karier dari ajang-ajang lokal sebelum akhirnya menembus level internasional. Debut maratonnya di Valencia Marathon 2022 langsung mencuri perhatian karena ia tampil sangat agresif dan mencatat waktu yang mengejutkan banyak pihak.

Momen puncak Kiptum terjadi di Chicago Marathon 2023 saat ia memecahkan rekor dunia dengan catatan 2 jam 0 menit 35 detik. Rekor ini sekaligus melampaui capaian Eliud Kipchoge dan menempatkan Kiptum sebagai pelari maraton tercepat dalam sejarah lomba resmi. Pencapaian tersebut membuatnya dipandang sebagai simbol era baru maraton yang lebih berani dan eksplosif.

Salah satu ciri khas Kiptum adalah strategi negative split yang ekstrem, di mana ia justru berlari lebih cepat pada paruh kedua lomba. Pendekatan ini tergolong berisiko, tetapi terbukti sangat efektif dalam memecahkan batas waktu. Sayangnya, karier cemerlang itu berakhir tragis setelah Kiptum meninggal dunia akibat kecelakaan mobil pada Februari 2024.

Baca juga: 7 Rekomendasi Sepatu Running Puma Terbaik untuk Lari Harian & Maraton

3. Pelari Maraton Tercepat Dunia Lainnya

Di luar nama Eliud Kipchoge dan Kelvin Kiptum, dunia maraton juga diramaikan oleh sejumlah pelari elite yang mencatatkan waktu luar biasa. Kenenisa Bekele menjadi salah satu figur legendaris yang sukses beralih dari lintasan ke maraton, sementara Sisay Lemma, Sebastian Sawe, Benson Kipruto, dan Jacob Kiplimo terus menunjukkan performa impresif yang mendorong batas kecepatan maraton modern.

Pada sektor wanita, persaingan tidak kalah sengit. Ruth Chepngetich mencetak sejarah dengan rekor dunia 2 jam 9 menit 56 detik di Chicago Marathon 2024. Selain itu, Tigist Assefa dan Sifan Hassan juga konsisten tampil dominan dan mencatat waktu cepat di berbagai ajang bergengsi, memperlihatkan kualitas dan kedalaman persaingan di level tertinggi. Berikut daftar lengkapnya:

Peringkat Pelari Negara Waktu Tercepat Ajang
1 Kelvin Kiptum Kenya 2:00:35 Chicago Marathon 2023
2 Eliud Kipchoge Kenya 2:01:09 Berlin Marathon 2022
3 Kenenisa Bekele Ethiopia 2:01:41 Berlin Marathon 2019
4 Sisay Lemma Ethiopia 2:01:48 Valencia Marathon 2023
5 Sebastian Sawe Kenya 2:02:05 Valencia Marathon 2024
6 Benson Kipruto Kenya 2:02:16 Tokyo Marathon 2024
7 Jacob Kiplimo Uganda 2:02:23 Chicago Marathon 2025
8 John Korir Kenya 2:02:24 Valencia Marathon 2025
9 Deresa Geleta Ethiopia 2:02:38 Valencia Marathon 2024
10 Birhanu Legese Ethiopia 2:02:48 Berlin Marathon 2019
11 Ruth Chepngetich Kenya 2:09:56 Chicago Marathon 2024
12 Tigist Assefa Ethiopia 2:11:53 Berlin Marathon 2023
13 Sifan Hassan Belanda 2:13:44 Chicago Marathon 2023
14 Joyciline Jepkosgei Kenya 2:14:00 Valencia Marathon 2025
15 Brigid Kosgei Kenya 2:14:04 Chicago Marathon 2019
16 Peres Jepchirchir Kenya 2:14:43 Valencia Marathon 2025
17 Hawi Feysa Ethiopia 2:14:56 Chicago Marathon 2025
18 Amane Beriso Ethiopia 2:14:58 Valencia Marathon 2022
19 Paula Radcliffe Inggris 2:15:25 London Marathon 2003
20 Worknesh Degefa Ethiopia 2:15:51 Valencia Marathon 2023

Mengapa Pelari Kenya Mendominasi Maraton Dunia?

Dominasi pelari Kenya di ajang maraton lahir dari kombinasi banyak faktor, bukan sekadar bakat alami. Lingkungan dataran tinggi membentuk daya tahan sejak usia muda, sementara budaya lari yang kuat membuat aktivitas berlari menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kebiasaan berjalan atau berlari jarak jauh sejak kecil, ditambah latihan berkelompok dan pola hidup sederhana, ikut menempa fisik sekaligus mental para atlet.

Eliud Kipchoge dan Kelvin Kiptum menjadi gambaran paling jelas dari sistem tersebut. Keduanya menunjukkan bahwa kunci keunggulan bukan hanya kecepatan, tetapi disiplin jangka panjang, konsistensi latihan, dan kestabilan emosi saat bertanding. Fokus pada proses serta kesederhanaan dalam persiapan membuat pelari Kenya mampu tampil dominan dan terus menjaga level performa di puncak dunia.

Baca juga: 7 Rekomendasi Sepatu Lari Adidas Terbaik untuk Pemula hingga Maraton

Penutup

Sebagai penutup, pencapaian para pelari maraton tercepat dunia membuktikan bahwa batas kemampuan manusia terus bergeser seiring waktu. Dari konsistensi Eliud Kipchoge hingga keberanian Kelvin Kiptum dan munculnya generasi baru pelari elite, maraton bukan lagi sekadar soal ketahanan, tetapi juga strategi, mental, dan proses jangka panjang. Perkembangan ini membuat dunia lari semakin menarik untuk diikuti, baik oleh atlet profesional maupun pelari rekreasional.

Kalau kamu ingin ikut merasakan atmosfer kompetisi dan menantang diri sendiri di lintasan, jangan lewatkan berbagai event lari yang terus hadir setiap tahunnya. Temukan jadwal dan informasi event lari terbaru hanya di Jadwallari.id, dan siapkan langkahmu menuju garis start berikutnya.

Beda Ballot dengan Public Drawing di Maybank Marathon 2026
7 Rekomendasi Sepatu Olahraga Terbaik yang Nyaman dan Tahan Lama

Artikel Lainnya Seputar Lari

February 7, 2026

February 5, 2026